“Untuk GCG agar karyawan memiliki integritas yang baik dilakukan sertifikasi berstandar internasional anti penyuapan/gratifikasi, mempersiapkan LHKPN mulai pelaporan tahun 2021, bukan hanya pengurus dan L1/pejabat eksekutif saja, tapi L2 juga sudah melakukan pelaporan,” papar pria yang pernah mengemban amanah sebagai Dirut Bank Kalsel itu.
Sekitar dua puluh bulan Agus memimpin Bank Banten dengan segala tantangannya, benang yang kusut mulai terurai dengan fakta data finansial yang sudah dipublikasikan, di antaranya
kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dananya di Bank Banten sudah mulai kembali.
“Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) semua produk CA/SA/TD sebesar 30,8 persen year on year (yoy) September 2022 dibandingkan pertumbuhan DPK di perbankan sekitar 6,77 persen yoy,” ungkap Agus. Pertumbuhan DPK yang merata di semua produk tabungan, giro,
dan deposito, sambungnya, memberikan kontribusi menekan cost of fund (COF) menjadi 4,2 persen perbaikan sekitar 16 persen secara yoy.
Rasio kecukupan likuiditas sudah aman
terbukti dengannya posisi September 2022 alat likuid/DPK (AL/ DPK) 20,26 persen, alat likuid atau noncore deposit (AL/NCD) 110,12 persen, dan loan to deposit ratio (LDR) 75,03 persen. Sementara, kecukupan modal per September 2022 sebesar 39 persen. “Hal ini di antaranya karena keberhasilan penawaran umum terbatas VII (PUT VII) Oktober 2021 mendapatkan modal dari publik sebesar Rp618 miliar,” jelas Agus.
Komentar