Seputar Publik / Berita

Pimpin Bank Banten, Agus Syabarrudin Buktikan Tugasnya Sudah On The Right Track

Sedangkan, NPL gross dari 18,24 persen menjadi 10,28 persen. Meski masih menanggung biaya yang ditangguhkan
dari periode kepengurusan sebelumnya, secara bottom line berhasil menekan kerugian perseroan sebesar 13,69 persen, yakni Rp126 miliar lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang menderita kerugian Rp146 miliar. “Beban biaya yang ditangguhkan yang harus dibukukan tahun 2022 sekitar Rp130 miliar. Harapannya, pondasi yang sudah ditanamkan telah siap membawa kemajuan Bank Banten ke depan, ibarat pesawat terbang maka sepeninggalannya sudah berada di landasan pacu selanjutnya tinggal take off terbang,”
harap Agus.

Kepercayaan publik terhadap Bank Banten pun sudah mulai kembali bahkan terus meningkat, hal ini dibuktikan dari laporan keuangan Bank Banten yang mencatatkan indeks CAR ratio atau kecukupan modal berada di posisi 39 persen jauh diatas rata-rata industri
perbankan sebesar 25 persen, Bank Banten yang sebelum kedatangan Agus mengalami kesulitan permodalan, kini malah mampu berekspansi dua kali lipat dari sebelumnya.

Terkait masalah kredit macet di Bank Banten, Agus mengungkapkan, terjadi saat masa transisi Bank Pundi ke Bank Banten. Menurutnya, penyelesaian kredit bermasalah perlu langkah
hukum dengan pemberian Surat Kuasa Khusus (SKK) ke penegak hukum agar para debitur membayar kredit.

Tulis Komentar

Komentar