Seputar Publik / Berita

Pimpin Bank Banten, Agus Syabarrudin Buktikan Tugasnya Sudah On The Right Track

Lalu, pertumbuhan kredit pada September 2022 sebesar 33 persen yoy menjadi Rp3,1 triliun dibanding sebelumnya Rp2,3 triliun. “Ini di atas rerata industri sebesar 11 persen,”
imbuhnya.

Rasio untuk mengukur perbandingan antara biaya operasional dibandingkan
dengan pendapatan operasional (BOPO) pada posisi September 2022 juga terjadi perbaikan drastis sebesar 53 persen yoy dari 180 persen pada September 2021 menjadi 127 persen pada September 2022. “Efisiensi biaya, menekan COF (Cost of fund), penutupan 6 kantor cabang yang merugi, serta meningkatkan pendapatan bunga dan non bunga menjadi trigger perbaikan,” ia menerangkan.

Pendapatan bunga pun tumbuh signifikan sebesar 60 persen yoy
dibandingkan September 2021 sebesar Rp209,8 miliar menjadi Rp336,5 miliar. Pendapatan fee base income dan pendapatan operasional lainnya meningkat 165 persen yoy dari
Rp23,9 miliar menjadi Rp63,5 miliar.

Kinerja penanganan kredit bermasalah (NPL) secara yoy di september 2022 juga
menunjukkan hasil yang on the right track, mengalami tren menurun. NPL net menjadi 2,5 persen dari posisi yang sama tahun lalu sebesar 4,5 persen.

Tulis Komentar

Komentar