Sementara KH Mushoddiq Fikri Farouq alias Gus Fikri mengatakan bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang menolak Konser Langit Ustad Hanan Ataki di Jember, namun saat ini justru kedatangan ustad muda itu.
“Pangsa pasar ustad Hanan Attaki generasi milenial. Saya generasi kolonial. Sampean kalau saya belum bilang berhenti, jangan berhenti,” katanya.
Saat Hanan bercerita soal Imam Al-Ghozali, penulis buku Ihya’ulumuddin, Gus Fikri langsung menyeletuk. “Kali ini saya benar-benar percaya kalau beliau ini NU. Orang-orang Wahabi dan Salafy tidak suka Al-Ghozali. Bahkan menghina Al-Ghozali. Karena beliau mengidolakan Imam Ghozali, saya semakin yakin beliau telah kembali ke jalan yang benar,” katanya.
Hanan tersenyum mendengar ucapan itu. Kalangan NU di Jember memang pernah menolak Konser Langit pada 29 Juli 2022, bahkan saat itu Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman juga menolaknya.
Sementara itu Wakil Bendahara Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur dan Bendahara Yayasan Nusa Bangsa Indonesia (NBI) Mahathir Muhammad mengatakan Hanan Attaki bisa menjadi napas dan energi baru untuk penguatan ahlusunnah wal jamaah di kalangan milenial urban.
Mahathir membenarkan pernah menjadi bagian dari kelompok menolak pengajian Konser Langit Hanan Attaki di Jember, namun penolakan itu bukan karena Hanan Attaki, tapi karena orang yang mengagendakan acara tersebut terindikasi aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Setahun setelah penolakan itu, Mahathir bersama Yayasan Nusa Bangsa Indonesia menjadi pemrakarsa kedatangan Ustad Hanan Attaki ke Jember.
Komentar