Sementara itu, produktivitas CPO per hektare meningkat menjadi 3,95 ton dari sebelumnya 3,81 ton atau tumbuh sebesar 3,67 persen.
Kinerja positif tersebut juga tercermin dari peningkatan rendemen minyak sawit yang mencapai 23,26 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 23,06 persen.
Menurut Jatmiko, peningkatan tersebut menunjukkan adanya sinergi yang semakin kuat antara praktik agronomis di perkebunan dan kinerja pengolahan di pabrik.
> “Perbaikan produktivitas ini menunjukkan bahwa pengelolaan kebun dan operasional pabrik berjalan semakin selaras dalam menghasilkan nilai tambah yang optimal,” katanya.
Transformasi Melalui Digitalisasi dan Penguatan SDM
Selain meningkatkan efisiensi operasional, PalmCo juga menempatkan digitalisasi sebagai salah satu fokus utama transformasi perusahaan.
Penerapan sistem real-time monitoring dan teknologi precision agriculture dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kebun sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
> “Kami terus mendorong digitalisasi operasional melalui sistem pemantauan secara real time dan penerapan precision agriculture untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kebun,” ujar Jatmiko.
Komentar