Guru pembimbing tim Fesdikgana SMAN 8 Jakarta, Erza Hermawan, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut diraih melalui persiapan yang relatif singkat. Ia menjelaskan, proses pembinaan dimulai setelah salah satu anggota tim menghubunginya pada 31 Mei 2026 untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Keesokan harinya, tim langsung mengikuti tahap penyisihan dan berhasil lolos ke babak final. Setelah itu, mereka menjalani pendalaman materi secara intensif pada 3 hingga 8 Juni 2026.
“Persiapan kami hanya sekitar satu minggu. Namun, anak-anak menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Bahkan dalam perjalanan menuju lokasi lomba, mereka masih memanfaatkan waktu untuk berdiskusi dan mempelajari materi,” ujar Erza.
Menurutnya, konsistensi belajar dan kekompakan tim menjadi faktor utama yang mengantarkan para siswa meraih hasil terbaik dalam kompetisi tersebut.
Kepala SMAN 8 Jakarta, Ubaidillah, mengapresiasi pencapaian yang diraih para siswa. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta komitmen peserta didik dalam mengembangkan kemampuan di luar kegiatan pembelajaran di kelas.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus membuktikan bahwa siswa mampu berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk kompetisi yang berkaitan dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana,” kata Ubaidillah dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Komentar