Ia menambahkan, sekolah terus mendorong peserta didik untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi sebagai sarana mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Menurut Ubaidillah, capaian tersebut juga menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan budaya mutu dan budaya berprestasi. Terlebih, SMAN 8 Jakarta saat ini menyandang predikat Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT).
“Seluruh civitas akademika berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan prestasi sekolah. Kami mengucapkan selamat kepada tim Fesdikgana dan guru pembina atas pencapaian yang membanggakan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Cahya Amanah, mengatakan Fesdikgana merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 DKI Jakarta sekaligus agenda rutin BPBD dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada pelajar.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap berbagai potensi bencana di lingkungan sekitar sekaligus membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini.
“Kami berharap generasi muda menjadi lebih tangguh dan memiliki pemahaman yang baik mengenai kebencanaan sehingga siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi,” ujar Cahya.
Ia menambahkan, melalui kompetisi tersebut para peserta tidak hanya dituntut memahami teori kebencanaan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Penyelenggaraan Fesdikgana 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk orang tua peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut mampu memadukan unsur edukasi, penguatan karakter, dan peningkatan kesadaran kebencanaan dalam satu kompetisi yang bermanfaat bagi pelajar.
Prestasi SMAN 8 Jakarta diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berprestasi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak usia dini.(Red)*
Komentar