
Terkait biaya dari proses otopsi Jenazah SI hingga mempersiapkan Ambulance untuk diberangkatkan ke NTT, Sat Reskrim Polresta Mataram berkolaborasi dengan pemerhati anak seperti PBHM NTB; UTPD PPA NTB; UPTD PPA LOBAR, SANTAI NTB; GAGAS; LPA Mataram; LPA NTB; LARD NTB, dan PBHBM memfasilitasi kepulangan Jenazah dan keluarga Korban ke Ende Selatan Nusa Tenggara Timur.
“Kami bersama rekan-rekan dari lembaga Perlindungan Anak serta Kelompok Pemerhati Perempuan dan Anak yang ada di NTB membantu secara bersama-sama memfasilitasi kepulangan jenazah ke tanah kelahirannya di Nusa Tenggara Timur, “ucap Pria yang Kerap disapa Yogi ini.
Menurutnya, apa yang dilakukan bersama rekan-rekan dari berbagai lembaga ini bentuk kepedulian terhadap sesama, begitu pula dengan kehadiran Polri dari Satuan Reskrim Polresta Mataram merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat sehingga apapun yang dilakukan terkait bantuan kepulangan jenazah santriwati ini adalah semata-mata bakti kemanusiaan Polri terhadap warga masyarakat.
“Kami berharap apa yang kami lakukan dengan kolaborasi ini dapat membantu keluarga almarhumah, “ tutupnya.
Sementara itu Ibu Kandung Almarhumah, Raodah menyampaikan Terima kasih kepada semua lembaga yang telah membantu keluarganya, terutama kepada Polresta Mataram melalui Sat Reskrim telah banyak membantu terkait kepulangan jenazah anaknya.
“Terima kasih khususnya kepada Kasat Reskrim Polresta Mataram dan lembaga lainnya yang telah membantu dalam proses ini dari semenjak masuk RS hingga memfasilitasi kepulangan kami,”ucapnya.
Ia mengaku bahwa pihak Ponpes sempat menawarkan sejumlah uang sebagai ucapan bela sungkawa, tetapi Ia dengan tegas menolak untuk menerima.
“Ya, sempat ditawari ucapan bela sungkawa, tetapi ksmi dan keluarga lainnya menolak, “ cetusnya.
Ibu berusia 50 tahun yang berprofesi Guru ini sangat berharap kepada kepolisian agar dugaan kasus ini bisa diungkap.
“Saya hanya ingin tau siapa yang melakukan ini, “ Pungkasnya.
(Yyt)
Komentar