Sementara itu, Guru Pembina Bengkel Sastra Laskar Sora, Vivi Yunita, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai kolaborasi bersama RELIMA menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam mengembangkan potensi diri.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik. Semua pihak berperan aktif, mulai dari panitia hingga peserta. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Amar Salahuddin menekankan pentingnya penguasaan media dan informasi sebagai kompetensi utama generasi masa depan.
“Orang yang maju adalah orang yang menguasai media dan informasi,” tegasnya di hadapan peserta workshop.
Pernyataan tersebut menjadi refleksi penting bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna media, tetapi juga mampu menghasilkan karya, menyebarkan gagasan positif, serta membangun ruang literasi yang produktif di era digital.
Menjelang akhir kegiatan, Ketua Bengkel Sastra Laskar Sora, Dika, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari workshop tersebut. Ia berharap komunitas yang dipimpinnya dapat terus berkembang dan semakin aktif dalam dunia sastra serta literasi digital.
“Semoga Laskar Sora semakin maju dalam bidang sastra dan literasi, serta kolaborasi ini mampu membuka cara berpikir siswa terhadap sastra, budaya, dan media digital,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya dan Bengkel Sastra Laskar Sora membuktikan bahwa gerakan literasi dapat dikemas secara kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda. Sinergi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya generasi yang cakap literasi, kreatif, serta mampu berkontribusi positif di tengah perkembangan dunia digital.(Goezt')*
Komentar