Seputarpublik.com || DHARMASRAYA – Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Lokus Dharmasraya kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan generasi muda. Kali ini, RELIMA berkolaborasi dengan Bengkel Sastra Laskar Sora SMAN 1 Koto Salak melalui kegiatan bertajuk Akademi Jurnalis Muda SMAN 1 Koto Salak: Workshop Jurnalistik dan Majalah Digital Bengkel Sastra Laskar Sora bersama RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya, yang digelar di SMAN 1 Koto Salak, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang kreatif bagi siswa untuk memperkuat kemampuan literasi, kepenulisan, sastra, serta penguasaan media digital di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Kolaborasi tersebut sekaligus menegaskan peran RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya sebagai motor penggerak literasi yang aktif membangun sinergi dengan sekolah dan komunitas muda di Kabupaten Dharmasraya.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang literasi dan media digital, yakni Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., dari RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya, serta Muhammad Didit, S.Pd., Jurnalis TVRI Sumatera Barat. Keduanya menyampaikan materi mengenai literasi digital, kreativitas kepenulisan, pengelolaan media, hingga strategi menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Anggota Bengkel Sastra Laskar Sora aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti seluruh rangkaian workshop dengan penuh semangat. Potensi besar yang dimiliki para siswa menjadi salah satu alasan utama terselenggaranya kegiatan tersebut.
Kepala SMAN 1 Koto Salak, Zuhriyani Fitri, S.Pd., memberikan apresiasi atas eksistensi Bengkel Sastra Laskar Sora dan kolaborasi yang terjalin bersama RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus dan anggota Bengkel Sastra Laskar Sora yang selama ini aktif menorehkan prestasi, termasuk pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Kehadiran RELIMA melalui workshop ini menjadi energi baru untuk meningkatkan kompetensi literasi dan kreativitas digital siswa,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun karakter, kreativitas, serta daya saing peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital.
Sementara itu, Guru Pembina Bengkel Sastra Laskar Sora, Vivi Yunita, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai kolaborasi bersama RELIMA menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam mengembangkan potensi diri.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik. Semua pihak berperan aktif, mulai dari panitia hingga peserta. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Amar Salahuddin menekankan pentingnya penguasaan media dan informasi sebagai kompetensi utama generasi masa depan.
“Orang yang maju adalah orang yang menguasai media dan informasi,” tegasnya di hadapan peserta workshop.
Pernyataan tersebut menjadi refleksi penting bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna media, tetapi juga mampu menghasilkan karya, menyebarkan gagasan positif, serta membangun ruang literasi yang produktif di era digital.
Menjelang akhir kegiatan, Ketua Bengkel Sastra Laskar Sora, Dika, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari workshop tersebut. Ia berharap komunitas yang dipimpinnya dapat terus berkembang dan semakin aktif dalam dunia sastra serta literasi digital.
“Semoga Laskar Sora semakin maju dalam bidang sastra dan literasi, serta kolaborasi ini mampu membuka cara berpikir siswa terhadap sastra, budaya, dan media digital,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya dan Bengkel Sastra Laskar Sora membuktikan bahwa gerakan literasi dapat dikemas secara kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda. Sinergi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya generasi yang cakap literasi, kreatif, serta mampu berkontribusi positif di tengah perkembangan dunia digital.(Goezt')*