Pelaksanaan sertifikasi mengacu pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor perkebunan kelapa sawit. Adapun unit kompetensi yang diuji meliputi perencanaan dan pengelolaan operasional kebun, pengendalian kegiatan pemeliharaan tanaman dan panen, pengelolaan tenaga kerja dan administrasi, pengawasan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perkebunan, pengendalian mutu dan produktivitas hasil kebun, pengelolaan sarana dan biaya operasional, serta kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan di lapangan.
Lebih lanjut, Anwar Anshari menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi tidak hanya menjadi sarana penilaian kemampuan teknis, tetapi juga wadah bagi setiap peserta untuk menunjukkan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
"Sertifikasi ini merupakan wadah untuk menunjukkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme Saudara sebagai pemimpin operasional kebun. Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan asesmen dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri serta membuktikan bahwa insan perkebunan PTPN IV Regional V mampu menjadi SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi," kata Anwar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim asesor, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim asesor, panitia, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga seluruh rangkaian sertifikasi berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta mendukung kemajuan PTPN IV Regional V ke depan," tutupnya.
Melalui pelaksanaan sertifikasi kompetensi ini, PTPN IV Regional V terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing sebagai fondasi utama dalam mendukung produktivitas, keberlanjutan usaha, serta pencapaian target bisnis perusahaan. Langkah ini sejalan dengan transformasi yang dijalankan PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara dalam membangun organisasi yang adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.(Adv)*
Komentar