Seputarpublik, Kupang – Pengamat politik Universitas Ketolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Mikhael Rajamuda Bataona mengatakan sosok Erick Thohir lebih tepat mendampingi Prabowo ketimbang Gibran Rakabuming Raka.
“Jika Prabowo tetap memaksakan opsi maju dengan Gibran, maka dalam waktu ke depan yang dihadapi Prabowo dan koalisinya adalah kampanye masif terbuka dan penolakan terhadap politik dinasti,” kata Mikhael Bataona di Kupang, Sabtu (21/10/2023), terkait dukungan Golkar kepada Gibran untuk menjadi Cawapres Prabowo.
Selain itu, Prabowo akan berhadapan dengan kampanye tentang hidupnya kembali watak oligarki dan dinasti Orde Baru.
Dia mengatakan bayang-bayang kembalinya praktik rezim Orde Baru ini bisa sangat merugikan citra dan popularitas Prabowo, karena siapa pun tahu bahwa Prabowo adalah anak mantu Soeharto, sang penguasa selama 32 tahun memimpin Indonesia.
“Mimpi buruk dan bayang-bayang kembalinya rezim Orde Baru akan langsung mengubah dan menggerus dukungan ke Prabowo,” katanya.
Dan sudah pasti isu ini hari-hari ini langsung kencang didiskusikan masyarakat karena publik hari ini sudah lebih cerdas dan teredukasi.
Isu ini akan terus dihidupkan di ruang-ruang publik virtual dan dikapitalisasi dalam berbagai demonstrasi dan protes di Indonesia.
Komentar