Selain Tundra Meliala, sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang juga menerima penghargaan serupa sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap kelestarian budaya dan pembangunan masyarakat.
Acara turut dihadiri Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.P., para tokoh budaya Sunda, perwakilan LSM, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Anton Charliyan menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan sekaligus seluruh pihak yang hadir. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya Sunda.
“Momentum kemerdekaan ini bukan sekadar perayaan nasionalisme, melainkan juga panggilan untuk terus merawat jati diri bangsa melalui kebudayaan. Para penerima penghargaan hari ini adalah teladan nyata bagi masyarakat,” ujar budayawan yang pernah menjabat Kadiv Humas Polri dan Kapolda Jabar itu.
Sementara itu, Tundra Meliala menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai media memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk pribadi, melainkan juga untuk seluruh insan media yang terus bekerja menjaga nilai-nilai luhur bangsa. AMKI berkomitmen mengembangkan media konvergensi yang berpihak pada budaya dan kemajuan masyarakat,” ungkap Alumni Lemhannas PPRA 51 itu.
Diketahui, belum lama ini Tundra Meliala juga memperoleh gelar kehormatan Kanjeng Raden Aryo (KRA) dari Keraton Surakarta atas kontribusinya dalam bidang kebudayaan dan kewirausahaan.(red)
Komentar