Seputar Publik / Politik

Dewan Pers Ingatkan Wartawan yang Terlibat Politik Praktis untuk Mengundurkan Diri

Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Yadi Hendriana saat menjadi pembicara Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Yadi Hendriana saat menjadi pembicara

“Pers juga punya kewajiban menjaga ‘kewarasan’ publik dalam memilih calon-calon pemimpinnya. Sehingga pers harus bisa menjadi wasit yang profesional dan adil, nilai-nilai moral, integritas dan tanggungjawab sesuai dengan kode etik harus menjadi guidance utama,” ujarnya.

Terkait peliputan pemilu, kata dia, Dewan Pers juga sudah membuat surat edaran Dewan Pers nomor 1/2022, menguatkan surat edaran di pemilu sebelumnya.

Ia memprediksi pengaduan terhadap pers pada Pemilu 2024 bakal terjadi, karena saat ini saja sudah banyak aduan kepada Dewan Pers.

Sepanjang bulan Januari hingga 4 Juli 2023, tercatat ada 434 kasus yang masuk sengketa pers. Sedangkan 322 kasus atau 74,19 persen di antaranya berhasil diselesaikan, sedangkan 112 kasus masih dalam proses.

Dalam seminar tersebut, menghadirkan tiga narasumber mulai dari Dewan Pers, kemudian ada Ketua IJTI Pusat Herik Kurniawan serta Anisha Dasuki presenter Inews. Sedangkan moderatornya Ketua IJTI Jateng Teguh Hadi Prayitno.

Herik kurniawan menyampaikan materi terkait kontribusi televisi terhadap pengembangan jurnalisme positif.

“Kondisi saat ini siapapun bias menciptakan informasi, bukan hanya lewat media utama namun juga melalui media sosial, namun demikian informasi yang disebarkan haruslah bijak dan bisa dipertanggung jawabkan. Hal inilah yang harusnya di pelajari oleh para mahasiswa dan mereka yang kerja jurnalistik,” ujarnya.

Melalui jurnalisme positif ini, dia berharap, semangat menyebarkan informasi positif bisa membuat polusi informasi yang saat ini terjadi seperti hoaks bisa teratasi sehingga publik bisa menerima informasi semestinya.

Tulis Komentar

Komentar