Sutan Adil Hendra menegaskan bahwa pertumbuhan produksi yang dicapai harus dipandang sebagai indikator awal keberhasilan konsolidasi dan transformasi perusahaan, bukan sebagai hasil akhir yang membuat organisasi berpuas diri.
“Realisasi yang melampaui RKAP ini merupakan bentuk tanggung jawab kerja yang baik dari seluruh jajaran Kebun Tebenan. Namun, tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi ini hingga akhir tahun buku. Memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable) memerlukan komitmen jangka panjang, koordinasi yang solid, serta evaluasi berkala,” ujar Sutan Adil Hendra, Sabtu (6/6/2026).
Lebih lanjut, ia mengingatkan manajemen Regional 7 untuk terus memperkuat manajemen risiko, membangun budaya kerja berbasis solusi, serta responsif terhadap dinamika industri perkebunan. Menurutnya, transformasi korporasi hanya dapat berjalan optimal apabila pengawasan di setiap lini organisasi dilakukan secara ketat, terstruktur, dan terukur.
Selain mengevaluasi kinerja produksi, Dewan Komisaris juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya peningkatan kemandirian pasokan bahan baku. Manajemen diminta untuk terus mengoptimalkan kapasitas produksi dari kebun internal guna mendukung efisiensi pasokan ke pabrik dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber eksternal.
Komentar