Langkah tersebut dinilai selaras dengan upaya peningkatan efisiensi operasional sekaligus mendukung agenda strategis pemerintah dalam mempercepat hilirisasi sektor perkebunan nasional. Dewan Komisaris menegaskan bahwa kepatuhan terhadap target kinerja dan pengendalian biaya harus tetap menjadi prioritas dalam setiap pengambilan keputusan operasional.
Direktur Operasional PTPN I, Fauzi Omar, menjelaskan bahwa capaian kinerja tersebut merupakan hasil penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan secara disiplin dan konsisten oleh seluruh jajaran.
“Kami memastikan seluruh tahapan, mulai dari pemeliharaan tanaman, pengelolaan kebun, hingga manajemen panen dilakukan secara ketat dan terukur. Evaluasi dari Dewan Komisaris menjadi masukan penting bagi kami untuk terus mencari ruang-ruang perbaikan operasional dan menjaga efisiensi biaya,” kata Fauzi Omar.
Menurutnya, keberlanjutan produktivitas sangat ditentukan oleh kedisiplinan seluruh insan perkebunan, mulai dari asisten, mandor, hingga petugas penyadap yang setiap hari berperan langsung dalam proses operasional kebun.
Sementara itu, Anita Ariyani menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang berkeadilan sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan. Menurutnya, kesejahteraan dan motivasi pekerja merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan operasional perusahaan.
“Kerja keras seluruh karyawan di lapangan adalah penggerak utama roda perusahaan. Hak-hak dan kesejahteraan pekerja harus terus diperhatikan sejalan dengan peningkatan produktivitas yang dicapai. Mari bersama-sama menjaga aset negara ini dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Anita.
Menutup rangkaian kunjungan kerja, Dewan Komisaris mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian target bisnis dan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Operasional perusahaan diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Melalui kunjungan pengawasan ini, Dewan Komisaris berharap PTPN I Regional 7 Kebun Tebenan dapat menjadi rujukan (benchmark) bagi unit kerja lainnya di lingkungan PTPN I dan Holding Perkebunan Nusantara dalam hal disiplin pencapaian target, efisiensi operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.(Adv)*
Komentar