Seputarpublik, Jakarta – Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan mengatakan harga diri warga kampung raib tertelan penggusuran paksa untuk itu dirinya tidak pernah setuju untuk melakukan penggusuran.
“Kalau digusur yang hilang itu bukan rumahnya, yang hilang itu harga diri. Yang dihilangkan itu adalah rasa kehormatan sebagai warga, yang hilang itu masa depan, yang hilang itu adalah perasaan kalau kita bagian dari bangsa Indonesia,” kata Anies di Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (14/7/2023)
Contoh paling konkret adalah di Kampung Susun Akuarium. Sebelumnya, warga di sana kehilangan harga dirinya sebagai warga Jakarta. Bahkan KTP pun tidak punya.
Pernyataan Anies didukung oleh Ketua Rukun Tetangga 012/RW04 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara Topas Juanda.
Topas mengatakan betul bahwa saat dipimpin Anies, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memanusiakan manusia.
“Saya sudah jadi manusia pak, alhamdulillah. 2017 sampai 2022 saya masih manusia, setelah itu belum jadi lagi. Kami di sini merasa kangen, rindu dipimpin oleh gubernur yang benar-benar mencari keadilan,” kata Topas.
Komentar