Lebih lanjut, pemerintah pusat bersama DPR RI dan kementerian terkait menargetkan seluruh DOB di Papua dapat beroperasi penuh pada 2028. Upaya tersebut turut didukung pembangunan infrastruktur strategis seperti bandara dan pelabuhan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Dengan pengelolaan yang optimal, sektor transportasi dan potensi sumber daya Papua akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tambahnya.
Di sisi lain, Djamari Chaniago memastikan kondisi keamanan di Yahukimo relatif kondusif. Stabilitas wilayah dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan.
Ia juga menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah yang sebelumnya sempat tertunda. Sejumlah catatan terkait kekurangan fasilitas di lapangan telah dihimpun dan akan segera dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian di Jakarta.
“Beberapa kekurangan sudah dicatat dan akan segera ditindaklanjuti melalui rapat di tingkat pusat,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Papua, dengan fokus pada peningkatan layanan dasar, penguatan infrastruktur, serta menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai serta Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.(red)*
Komentar