Seputar Publik / Berita

Tokoh Betawi Pakar Linguistik Indonesia Babe Abdul Chaer Tutup Usia

Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Abdul Chaer merupakan linguis yang juga berkontribusi besar terhadap bahasa Betawi. Ia sempat menulis empat kamus dan 41 buku yang mengulas tentang bahasa Betawi. Misalnya, Kamus Dialek Jakarta dan Folkor Betawi.

Pensiunan lektor mata kuliah Linguistik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan kategori Pelestari dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019 lalu.

Mendalami Bahasa Betawi
Sejak menyusun kamus Dialek Melayu Jakarta – Bahasa Indonesia pada 1976 lalu, Abdul Chaer mulai mendalami budaya Betawi. Salah satunya dipicu oleh teman sejawatnya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang memperlihatkan adanya kamus bahasa Betawi- Jerman yang telah dibuat oleh orang Jerman.

Kamus yang ditulis oleh bangsa lain itu tentu saja memacu Abdul Chaer sebagai anak Betawi yang harus menyusun kamus bahasa ibunya. Pada perjalanannya menyusun kamus tersebut, ia menemukan varian yang kaya dari dialek Betawi.

Misalnya, Dialek Betawi di Ciputat yang berbeda jauh dengan dialek Betawi di Tanah Abang dan dialek Betawi di daerah Karet Kubur.

Ungkapan “berapah” yang mengacu pada dialek Ciputat, “berapeu” yang mengacu pada dialek Tanah Abang, dan “berape” yang mengacu dialek Karet Kubur. Hadirnya beragam variasi dialek tersebut dalam menyusun kamus dialek Betawi membuat Abdul Chaer memutuskan menggunakan salah satu dialek yakni Karet Kubur.

Tulis Komentar

Komentar