Seputar Publik / Megapolitan

Tahukah Anda, Arisan Kebo Tradisi Orang Betawi Cikal Bakal Bisnis Koperasi Modern Era Kini

Hewan Kerbau hewan yang dijadikan tradisi arisan oleh masyarakat Betawi tempo doeloe jelang Idul Fitri Hewan Kerbau hewan yang dijadikan tradisi arisan oleh masyarakat Betawi tempo doeloe jelang Idul Fitri

Bisa dibayangkan, kawasan Meester Cornelis dulu adalah sentra perkebunan dan peternakan. Kampung Melayu sentra perikanan. Di Srengseng Sawah, Setu Babakan, Jagakarsa dan sekitarnya terhampar persawahan nan luas. Pasar Minggu dan Condet jadi sentra buah-buahan.

Maka patut dicatat kemungkinan tradisi Andilan ini sudah ada, bahkan sebelum VOC menginjakkan kaki di Jakarta. Bersamaan dengan pesatnya perkembangan Islam pada awal abad ke-13 hingga abad ke-16 Masehi. Ketika pola hidup agraris dan kegirangan menyambut Ramadan dan Lebaran (agamis) menyatu dalam kearifan dan kecerdasan lokal orang Betawi, bernama Andilan.

Andilan sendiri merupakan tradisi patungan warga (bisa 10-30 orang, bisa satu kampung) untuk membeli kerbau. Kerbau tersebut kemudian dipelihara atau diangon/digembalakan selama bulan Ramadan. Lalu disembelih pada H-1 atau H-2 jelang Lebaran. Hasil sembelihan itu kemudian dibagikan kepada mereka yang ikut andil (patungan). Diolah sebagai semur santapan Lebaran.

Praktik Andilan ini menunjukkan, sejak zaman dulu orang Betawi telah mengenal apa yang kini kita kenal sebagai kolaborasi, koperasi, dan arisan. Andilan bisa disebut cikal bakal koperasi terlihat dari aktivitas menabung untuk mencapai satu tujuan: membeli kerbau. Setelah itu prosesi pemotongan hingga bagi-bagi daging dilakukan secara gotong royong. Mencerminkan semangat kebersamaan, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Tulis Komentar

Komentar