“Saat ini banyak pihak yang menggunakan jasa layanan pengolahan limbah dari perusahaan kami, terutama dari perkantoran dan gedung-gedung tinggi limbah) di sekitar jalan Sudirman dan Thamrin serta gedung perkantoran lainnyaa. Namun kami perlu dukungan lebih karena mengolah air limbah menjadi air yang bisa dimanfaatkan kembali membutuhkan investasi yang besar. Saat ini kami baru bisa menjangkau 23 persen wilayah Jakarta,” ujar Tanto Tabrani.
Untuk itu Tanto berharap dukungan Pemprov DKI Jakarta dan berbagai pihak lainnya guna mewujudkan tagline perusahaan yang berbunyi “Sanitasi Aman Bagi Warga Jakarta Untuk Indonesia”. Perumda Paljaya menyatakan terus meningkatkan mutu layanannya tidak hanya dengan mengolah air limbah melalui instalasi pengolahan air limbah yang ada di kawasan Setiabudi, dan IPAL (instalasi pengolahan air limbah Kali Krukut dekat Jalan Sudirman), tetapi juga meningkatkan layanan kepada masyarakat dengan jasa penyedotan limbah tinja dengan standar mutu dan pengolahan limbah yang terkontrol. Selain itu Paljaya juga menangani pembuangan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) dari rumah-rumah sakit. Kepada masyarakat luas juga ada program pengolahan air limbah bersubsidi dengan memasang septic-tank yang memenuhi standar kesehatan.
“Kami ingin hadir dengan memberikan layanan terbaik bagi warga Jakarta, untuk menjadikan Jakarta kota dengan sanitasi yang sehat,” tambah Tanto.(say)
Komentar