Beranda
Seputar Publik / Berita

RELIMA Goes to Campus, Amar Salahuddin Perkuat Budaya Literasi dan Public Speaking Mahasiswa di Dharmasraya

Program RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya mendorong lahirnya generasi mahasiswa kreatif, komunikatif, dan berdaya saing melalui penguatan literasi, teknologi, serta keterampilan komunikasi profesional.
Dr. Amar Salahuddin menggerakkan budaya literasi kampus melalui program RELIMA Goes to Campus, mendorong mahasiswa menjadi generasi kreatif, kritis, komunikatif, dan siap menghadapi era digital. Dr. Amar Salahuddin menggerakkan budaya literasi kampus melalui program RELIMA Goes to Campus, mendorong mahasiswa menjadi generasi kreatif, kritis, komunikatif, dan siap menghadapi era digital.

Seputarpublik.com || DHARMASRAYA – Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Lokus Dharmasraya terus memperkuat gerakan literasi di kalangan generasi muda melalui program “RELIMA Goes to School and Campus”. Program ini dirancang untuk menumbuhkan budaya membaca, kemampuan menulis, kreativitas, berpikir kritis, hingga keterampilan komunikasi mahasiswa di era digital.

Program tersebut digagas oleh Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya, sekaligus pendiri Rumah Baca Marenda. Selama ini, Amar dikenal aktif sebagai pegiat literasi dan pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Literasi Dara Jingga Undhari yang konsisten menghadirkan berbagai ruang literasi kreatif bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Sebagai langkah awal penguatan gerakan literasi, Amar Salahuddin melakukan advokasi bersama Rektor Universitas Dharmas Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Gunawan Ali, M.Kom., guna membangun sinergi pengembangan budaya literasi di lingkungan kampus. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program strategis untuk menjadikan kampus tidak hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai pusat gerakan literasi, kreativitas, dan pengembangan karakter mahasiswa.

Kegiatan perdana RELIMA Goes to School and Campus digelar di Perpustakaan Universitas Dharmas Indonesia pada Jumat, 5 Juni 2026, melalui diskusi buku dan praktik cerdas mengulas buku. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari mahasiswa karena dikemas secara interaktif, kreatif, dan aplikatif.

Program kemudian berlanjut dalam kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Dasar bagi mahasiswa angkatan 2025 Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dharmas Indonesia yang berlangsung pada 6–7 Juni 2026. Sebanyak 184 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Dalam kesempatan itu, Dr. Amar Salahuddin hadir sebagai narasumber dengan materi mengenai literasi kesehatan, literasi teknologi, public speaking, dan komunikasi profesional di era digital.

Menurut Amar, literasi masa kini tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, membangun komunikasi yang efektif, serta menciptakan inovasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

«“Mahasiswa harus menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, berpikir kritis, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menghadirkan gagasan kreatif untuk masyarakat. Literasi adalah fondasi utama dalam membangun peradaban,” ujar Amar Salahuddin.»

Ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi pembelajar yang aktif, inovatif, dan memiliki daya saing global.

Sementara itu, Rektor Universitas Dharmas Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Gunawan Ali, M.Kom., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap gerakan literasi yang diinisiasi RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya.

Menurutnya, kegiatan literasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

«“Kampus harus menjadi pusat lahirnya generasi intelektual yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki budaya baca, kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.»

Dukungan dari pimpinan kampus tersebut menjadi energi positif dalam memperkuat ekosistem literasi di lingkungan Universitas Dharmas Indonesia.

Salah satu peserta kegiatan, Dela Savitri, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari materi yang disampaikan. Ia menilai kegiatan literasi yang dikemas secara interaktif membuat mahasiswa lebih percaya diri dalam berdiskusi, berbicara, dan mengembangkan potensi diri.

«“Kegiatan ini membuka wawasan kami. Literasi ternyata bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga tentang kemampuan berpikir, berbicara, dan berkomunikasi dengan baik di era digital,” katanya.»

Melalui program RELIMA Goes to School and Campus, RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya berharap gerakan literasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya hidup generasi muda.

Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan inovasi, RELIMA terus berupaya menyalakan cahaya literasi dari kampus untuk mewujudkan Indonesia yang lebih cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.(Goeztie)*