Arya menjelaskan, saat ini perusahaan menjalankan dua pola kerja sama, yakni Skema Kemitraan dan Skema Kedinasan (offtaker). Dari target pengembangan seluas 1.700 hektare, sebanyak 300 hektare dialokasikan untuk wilayah Lampung dengan 37 hektare yang sedang berproses. Sementara di Sumatera Selatan ditargetkan 1.400 hektare, dengan 539 hektare telah memperoleh rekomendasi teknis dan 239 hektare masih dalam proses.
Selain itu, PTPN IV juga menjalankan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan pendampingan kepada petani mulai dari proses administrasi pengajuan hingga memasuki masa panen pertama.
Untuk mendukung peningkatan produktivitas petani, perusahaan menggulirkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pendampingan intensif yang dilakukan secara bertahap. Pendampingan mencakup proses pemberkasan selama enam bulan hingga masa panen pertama, dengan target produktivitas mencapai 18 ton per hektare pada fase Tanaman Menghasilkan Tahun Pertama (TM 1).
Di akhir pemaparannya, Arya menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap kegiatan operasional PTPN IV Regional VII selama ini.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif berbagai inisiatif yang dijalankan PTPN IV. Menurutnya, sinergi antara BUMN sektor perkebunan dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menjaga aset negara sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
Komentar