Seputarpublik.com || LAMPUNG – PTPN IV Regional VII, entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, bersama Pemerintah Provinsi Lampung sepakat memperkuat sinergi untuk mendorong pengembangan perkebunan kelapa sawit dan program hilirisasi desa. Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi antara jajaran Direksi PTPN IV dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Kerja Gubernur Lampung. Pada Jumat (5/6/2026).
Pertemuan ini dihadiri Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Shandhiyudha, Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan, serta Operation Head PTPN IV Regional VII Budi Susilo. Dari jajaran Pemerintah Provinsi Lampung turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi serta Kepala Dinas Perkebunan Desti Arisandi.
Dalam pertemuan tersebut, PTPN IV memaparkan berbagai program perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target bisnis, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu strategi yang dikedepankan adalah penguatan kemitraan bersama petani kelapa sawit di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kehadiran PTPN IV tidak hanya berfokus pada pemenuhan target bisnis, tetapi juga mengemban amanah sebagai agen penggerak pembangunan daerah. Sinergi dengan pemerintah daerah sangat dibutuhkan,” ujar Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Arya Shandhiyudha.
Arya menjelaskan, saat ini perusahaan menjalankan dua pola kerja sama, yakni Skema Kemitraan dan Skema Kedinasan (offtaker). Dari target pengembangan seluas 1.700 hektare, sebanyak 300 hektare dialokasikan untuk wilayah Lampung dengan 37 hektare yang sedang berproses. Sementara di Sumatera Selatan ditargetkan 1.400 hektare, dengan 539 hektare telah memperoleh rekomendasi teknis dan 239 hektare masih dalam proses.
Selain itu, PTPN IV juga menjalankan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan pendampingan kepada petani mulai dari proses administrasi pengajuan hingga memasuki masa panen pertama.
Untuk mendukung peningkatan produktivitas petani, perusahaan menggulirkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pendampingan intensif yang dilakukan secara bertahap. Pendampingan mencakup proses pemberkasan selama enam bulan hingga masa panen pertama, dengan target produktivitas mencapai 18 ton per hektare pada fase Tanaman Menghasilkan Tahun Pertama (TM 1).
Di akhir pemaparannya, Arya menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap kegiatan operasional PTPN IV Regional VII selama ini.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif berbagai inisiatif yang dijalankan PTPN IV. Menurutnya, sinergi antara BUMN sektor perkebunan dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menjaga aset negara sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
“Dua program hilirisasi desa dan desa wisata ini membutuhkan dukungan CSR dari perusahaan yang ada di Lampung, termasuk PTPN IV Regional VII,” ujar Gubernur.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah mendorong keterlibatan seluruh perusahaan, baik BUMN maupun swasta, untuk mendukung agenda pembangunan daerah melalui Program DesaKu Maju yang berorientasi pada transformasi ekonomi desa secara berkelanjutan.
Menurut Gubernur, hilirisasi menjadi salah satu kunci penting dalam mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat struktur ekonomi daerah dari tingkat desa. Selain pengembangan sektor kelapa sawit melalui kemitraan bersama PTPN IV, fokus hilirisasi juga diarahkan pada tiga komoditas unggulan Lampung lainnya, yakni padi, jagung, dan singkong yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Melalui sinergi ini, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional VII dan Pemerintah Provinsi Lampung berharap dapat memperkuat kemitraan petani, mempercepat hilirisasi desa, meningkatkan produktivitas sektor perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(Adv)*