Sejauh ini, PalmCo telah mengembangkan sejumlah inisiatif digital, termasuk aplikasi internal PalmCo Library yang membantu karyawan mengidentifikasi berbagai persoalan operasional dan menemukan solusi secara cepat.
Menurut Jatmiko, pemanfaatan teknologi satelit tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan akurasi pemantauan tanaman, tetapi juga untuk menekan potensi kerugian akibat keterlambatan penanganan penyakit tanaman yang dapat berujung pada kebutuhan replanting dengan biaya yang besar.
Hasil uji coba tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan langkah strategis berikutnya, termasuk peluang implementasi teknologi secara lebih luas di seluruh wilayah operasional PalmCo.
Inisiatif ini sekaligus mencerminkan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam mendorong transformasi digital sektor perkebunan nasional, sejalan dengan tuntutan global terhadap praktik pengelolaan perkebunan yang semakin presisi, efisien, dan berkelanjutan.(Adv)*
Komentar