Berbasis teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR), ALOS-4 menggunakan gelombang mikro sehingga tetap dapat menghasilkan data meskipun kondisi wilayah tertutup awan, yang selama ini menjadi tantangan umum di kawasan tropis seperti Indonesia. Teknologi tersebut dinilai relevan untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan yang membutuhkan pemantauan rutin dan konsisten.
“Data satelit memungkinkan kami mengidentifikasi anomali dalam skala besar sekaligus memahami kondisi aktual secara lebih spesifik,” ujar perwakilan IJBNet dari Jepang, Kousuke Matsushima, saat melakukan peninjauan lapangan.
Menurutnya, validasi langsung di lapangan menjadi faktor penting untuk meningkatkan akurasi sistem. Dengan pendekatan tersebut, rekomendasi yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran, termasuk dalam mendeteksi potensi serangan penyakit tanaman seperti Ganoderma yang menjadi salah satu ancaman utama terhadap produktivitas kelapa sawit.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat pengelolaan perkebunan berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT).
“Kami ingin memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada data yang akurat dan real-time. Digitalisasi menjadi kunci untuk mendorong pengelolaan yang lebih modern dan efisien,” kata Jatmiko.
Komentar