“Energi menjadi salah satu prioritas utama nasional. Melalui kajian ini, kami ingin menghitung sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah sawit agar dapat menghasilkan energi yang lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan CBG berbasis sawit sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon karena mampu menekan emisi metana sekaligus menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Menurut Hens, hasil kajian tersebut berpotensi menjadi model pengembangan energi berbasis sawit yang dapat direplikasi secara nasional.
“Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong PTPN menjadi percontohan pengembangan kawasan berbasis inovasi dan technopark sawit di Indonesia,” katanya.
Sepanjang tahun 2025, PTBg Cofiring Sei Pagar tercatat menghasilkan 440.476 Nm³ biogas dengan rata-rata produksi mencapai 36.706 Nm³ per bulan. Sementara sepanjang tahun 2026, produksi methane yang dimanfaatkan mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai 46.683 Nm³ per bulan.
Melalui kolaborasi strategis antara BRIN dan PTPN IV PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan energi terbarukan berbasis sawit, mendorong hilirisasi industri, mendukung target penurunan emisi nasional, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi sektor perkebunan dan perekonomian Indonesia.(Adv)*
Komentar