Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo dan BRIN Kaji Energi Hijau dari Limbah Sawit di Riau

Holding Perkebunan Nusantara bersama BRIN mengembangkan potensi Bio Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah sawit untuk mendukung transisi energi bersih dan hilirisasi energi terbarukan nasional.
PTPN IV PalmCo bersama BRIN mengkaji pengembangan energi hijau berbasis limbah sawit di Riau. Inisiatif ini menjadi langkah strategis menuju transisi energi bersih, ekonomi sirkular, dan hilirisasi energi terbarukan nasional. PTPN IV PalmCo bersama BRIN mengkaji pengembangan energi hijau berbasis limbah sawit di Riau. Inisiatif ini menjadi langkah strategis menuju transisi energi bersih, ekonomi sirkular, dan hilirisasi energi terbarukan nasional.

Seputarpublik.com || PEKANBARU – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, mengkaji potensi pengembangan Bio Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah sawit di Provinsi Riau sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih dan hilirisasi energi baru terbarukan nasional.((8/6/2026).

Kajian tersebut dilakukan melalui evaluasi dan audit energi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Sei Pagar, Riau. Kegiatan ini melibatkan tim peneliti BRIN yang dipimpin Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) Hens Putra bersama peneliti energi BRIN, Dr. Samuel Pati Senda.

Direktur Strategy and Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menghitung sekaligus mengoptimalkan potensi energi yang berasal dari limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) maupun biomassa tandan kosong.

“Pengembangan biogas dan CBG menjadi salah satu fokus utama PalmCo dalam mendukung energi baru terbarukan. Kami siap mendukung seluruh proses evaluasi agar potensi energi dari limbah sawit dapat dimaksimalkan dan dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Ugun di Pekanbaru.

Ia menjelaskan, optimalisasi limbah sawit menjadi energi tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memperkuat implementasi ekonomi sirkular dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Menurut Ugun, saat ini PTPN IV PalmCo tengah mempercepat pengembangan CBG di berbagai unit operasional perusahaan. Salah satu proyek awal yang telah memasuki tahap pembangunan berada di PKS Tinjowan, Sumatera Utara.

Selain itu, PalmCo bersama mitra strategis menargetkan pembangunan 17 instalasi CBG secara bertahap hingga tahun 2029 di sejumlah wilayah operasional perusahaan.

“Pengembangan CBG merupakan bagian dari transformasi PalmCo menuju perusahaan agribisnis modern berbasis energi hijau. Limbah sawit yang sebelumnya dipandang sebagai residu kini kami dorong menjadi sumber energi bernilai tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk industri maupun transportasi,” ujarnya.

Pada tahap pertama tahun 2026, PalmCo menargetkan groundbreaking 10 proyek CBG, yang akan dilanjutkan pada fase berikutnya di tahun 2027 dan 2029. Secara keseluruhan, proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan biomethane berkadar tinggi yang dapat menjadi substitusi gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG).

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) BRIN, Hens Putra, menilai sektor perkebunan sawit memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan limbah menjadi energi bersih.

“Energi menjadi salah satu prioritas utama nasional. Melalui kajian ini, kami ingin menghitung sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah sawit agar dapat menghasilkan energi yang lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan CBG berbasis sawit sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon karena mampu menekan emisi metana sekaligus menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Menurut Hens, hasil kajian tersebut berpotensi menjadi model pengembangan energi berbasis sawit yang dapat direplikasi secara nasional.

“Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong PTPN menjadi percontohan pengembangan kawasan berbasis inovasi dan technopark sawit di Indonesia,” katanya.

Sepanjang tahun 2025, PTBg Cofiring Sei Pagar tercatat menghasilkan 440.476 Nm³ biogas dengan rata-rata produksi mencapai 36.706 Nm³ per bulan. Sementara sepanjang tahun 2026, produksi methane yang dimanfaatkan mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai 46.683 Nm³ per bulan.

Melalui kolaborasi strategis antara BRIN dan PTPN IV PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan energi terbarukan berbasis sawit, mendorong hilirisasi industri, mendukung target penurunan emisi nasional, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi sektor perkebunan dan perekonomian Indonesia.(Adv)*