Presiden menegaskan kebijakan perbaikan infrastruktur jalan dilakukan oleh pemerintah pusat tidak hanya di Bengkulu, tetapi juga beberapa provinsi lain yang rencananya mulai berlangsung pada akhir Juli ini.
“Ini tidak hanya berlaku di Provinsi Bengkulu, semuanya sudah kita harapkan di 32 provinsi sudah berjalan di akhir Juli,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengingatkan agar pemerintah daerah fokus dalam bekerja dengan menerapkan skala prioritas penggunaan anggaran, salah satunya untuk menyelesaikan penyediaan maupun perbaikan infrastruktur yang layak.
“Sering saya sampaikan kepada para bupati, wali kota, dan gubernur untuk anggaran itu fokus, kerja itu fokus, kalau jalannya belum bagus misalnya mau didahulukan ya sudah berikan anggaran yang berlebih untuk tahun pertama, kedua, menyelesaikan infrastruktur. Nanti tahun ketiga, keempat, selesaikan misalnya urusan ekonomi, pasar-pasar perbaiki,” ujarnya.
Oleh karena itu, Presiden mengimbau agar pemerintah daerah tidak ragu dalam merealisasikan anggaran mereka selama penggunaannya dilakukan dengan baik dan bijak.
“Tugas pemda itu merealisasikan anggaran kok takut, kalau enggak ngambil apa-apa ngapain takut, saya pernah jadi wali kota, pernah jadi gubernur, jadi asal tidak ngambil enggak perlu takut, tapi kalau udah ngambil beda soal,” kata Jokowi.
Presiden melakukan peninjauan kali ini didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dan Bupati Bengkulu Utara Mian.
Komentar