Seputar Publik / Politik
Parpol Harus Punya Strategi Komunikasi untuk Gaet Pemilih Muda
Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute TII Arfianto Purbolaksono.
“Partai politik dan kandidat harus memiliki strategi komunikasi yang tepat untuk pendekatan kepada anak muda sehingga dapat menggaet suara pemilih anak muda pada Pemilu 2024,” kata Arfianto saat menjadi narasumber dalam diskusi daring bertajuk Persepsi Anak Muda Jelang Pemilu Serentak Tahun 2024, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (20/6/2023).Arfianto lantas mengatakan bahwa strategi komunikasi yang tepat itu salah satunya adalah dengan memberikan informasi mengenai visi dan misi, program partai, rekam jejak, serta visi dan misi calon presiden sekaligus calon anggota legislatif (caleg) melalui gaya yang diminati oleh anak muda.Menurut Arfianto, parpol perlu mengambil langkah tersebut karena pada saat ini, sebagaimana temuan angket dari TII pada bulan Desember 2022, diketahui bahwa 41,82 persen responden dari kalangan anak muda belum menentukan pilihan calon anggota legislatif ataupun capres/cawapres yang mereka dukung pada Pemilu 2024.Angket yang melibatkan 165 responden anak muda dengan rentang usia 17 hingga 30 tahun atau yang telah menikah itu juga menunjukkan bahwa 41,82 persen responden mengaku membutuhkan informasi terkait dengan rekam jejak, visi, misi, serta program yang ditawarkan oleh pasangan calon presiden/wakil presiden untuk menentukan pilihan.Selanjutnya, 18,18 persen responden mengaku membutuhkan informasi terkait dengan partai politik peserta Pemilu 2024 dan visi, misi, serta program yang mereka tawarkan. Sebanyak 17,58 persen responden mengaku membutuhkan informasi terkait dengan rekam jejak calon anggota legislatif.Narasumber berikutnya inisiator Warga Muda Wildanshah menyampaikan strategi komunikasi yang tepat untuk menggaet suara dari pemilih muda, di antaranya adalah dengan terlebih dahulu mengikuti kebiasaan anak-anak muda, seperti menonton konser, berwisata kuliner, dan mengunjungi tempat-tempat wisata.“Selanjutnya, ada strategi mengambil simpati anak muda dari hobi hiburan anak muda. Ketiga, menggunakan komedi politik. Kebanyakan anak muda tidak memilih berdasarkan ideologi, tetapi hal-hal yang ringan di kehidupan. Hal ini yang membuat komedi politik menjadi penting untuk menggaet pemilih muda,” kata dia.Berikutnya strategi keempat adalah menggaet pemilih muda dari segi tata busana, yaitu berpakaian dengan gaya yang sama seperti anak muda pada umumnya.
Tulis Komentar
Berita Terkait
Baca Juga
Lainnya
Aksi Nyata Baksos Perayaan Gema Waisak Pindapata 2025, Dapat Apresiasi Awak Media
Puncak Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Sumedang Gelar Tasyakuran
Berkat Pengamanan Personil Polsek Barumun, Giat Ibadah Minggu di GPDI Aman Dan Terkendali
Sambut HUT RI Ke 80, Mas Tri Dan Bang Haris Kompak Motoran Bareng Club Motor Bekasi
Universitas YARSI Hadirkan Budidamber di Desa Mandalamekar: Inovasi Sederhana Tekan Stunting dan Tingkatkan Ekonomi Warga
Sambut HUT Ke 18 Palas, Pemkab Palas Gelar Zikir Akbar Bersama Masyarakat
Wali Kota Bekasi Minta “Tangan Dingin” Gubernur KDM Percepat Pemisahan Aset
Komentar