Seputar Publik / Opini

Konvergensi Media Bukan Lagi Pilihan Tapi Keharusan

Oleh: Tundra Meliala
Ir. Tundra Meliala MM.,GRCE. Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia Ir. Tundra Meliala MM.,GRCE. Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia

Namun, konvergensi juga menghadirkan tantangan. Jurnalis kini dituntut multitasking --mampu menulis, mengambil gambar, sekaligus menguasai teknologi digital. Beban kerja bertambah, sementara dukungan kompetensi tidak selalu mampu. Dalam tataran organisasi, media dituntut untuk efisien, namun juga harus menjaga kualitas berita agar tidak semata-mata menjadi konten instan.

Secara teoritis, ada lima tahap konvergensi: promosi silang, kloning, kerja sama konten, integrasi lintas media, dan kolaborasi penuh. Tahap tertinggi jarang tercapai karena integrasi membutuhkan keseluruhan dari produksi, distribusi, hingga kepemilikan. Namun demikian, proses ini membuka ruang baru bagi partisipasi publik. Jurnalisme warga yang tumbuh subur di ranah digital, memberikan kontribusi sekaligus tantangan terkait akurasi dan verifikasi informasi. Dalam sistem konvergensi, warga yang menulis berita di medsos juga harus menerapkan kaidah jurnalistik.

Tulis Komentar

Komentar