Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia, M. Edhie Purnawan dalam pemaparannya menjelaskan bahwa inflasi dan harga komoditas global masih tinggi. Namun demikian, ekonomi Indonesia terus meningkat dan relatif lebih tinggi dibandingkan negara lain. Sebagian besar sektor mampu mencatatkan pertumbuhan yang positif seperti sektor industri pengolahan dan sektor pertanian. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Heru Saptaji juga menyampaikan bahwa tantangan perekonomian di tahun 2022 tidaklah mudah walaupun pandemi Covid-19 mulai berangsur membaik. Tentunya harapannya inflasi dapat dikendalikan, sehingga membawa persentase nilai inflasi bahan pangan maksimal di kisaran 5% (yoy) untuk menjaga tekanan ekonomi yang terjadi.
Sikap optimis dan kerja sama menjadi bagian yang penting untuk menjaga kestabilan ekonomi dari kondisi yang ada.
“Mari kita bersinergi, berkolaborasi, optimis dan bangkit untuk merespon terhadap kondisi yang ada saat ini, kita carikan solusi karena dengan bangkit dan optimis, bersama kita bisa,” ucap Heru Saptaji.
Komentar