Kota dengan kualitas udara terburuk: urutan pertama adalah Shenyang, Tiongkok di angka 279; urutan ke-2 Accra, Ghana di angka 240; urutan ke-3 Karachi, Pakistan di angka 190; urutan ke-4 Kabul, Afghanistan di angka 189; urutan ke-5 Wuhan, Tiongkok di angka 177; urutan ke-6 Dhaka, Bangladesh di angka 176.
Urutan ke-7 Shanghai, Tiongkok di angka 174; urutan ke-8 Hangzhou, Tiongkok di angka 171 urutan ke-9 Lahore, Pakistan di angka 169; urutan ke-10 Ulaanbaatar, Mongolia di angka 166; urutan ke-11 Yangon, Myanmar di angka 165; urutan ke-12 Kolkata, India di angka 160; urutan ke-13 Delhi, India di angka 160.
Urutan ke-14 Mumbai, India di angka 158; urutan ke-15 Baghdad, Irak di angka 156; urutan ke-16 Chengdu, Tiongkok di angka 154; urutan ke-17 Skopje, Makedonia di angka 151; urutan ke-18 Kampala, Uganda di angka 144; urutan ke-19 Kathmandu, Nepal di angka 141; urutan ke-20 Phnom Penh, Kamboja di angka 139; urutan ke-21 Tel Aviv-Yafo, Israel di angka 134, dan urutan ke-22 Chongqing, Tiongkok di angka 127.
Sebelumnya, Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan pihaknya tetap menggencarkan pemasangan generator bertekanan tinggi untuk menyemprotkan butiran air (water mist generator) ke udara meskipun pada musim hujan.
“Tetap saja pasang water mist, tidak ada perubahan penanganan polusi, tahun depan ‘kan masih ada berulang musim panas,” kata Heru di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (23/11).
Komentar