Dalam kesempatan itu, Tito juga mengulas jejak sejarah panjang hubungan Indonesia dan Inggris yang telah berlangsung jauh sebelum Indonesia merdeka. Salah satunya melalui keberadaan Benteng Fort Marlborough di Bengkulu serta dikenalnya bunga Rafflesia Arnoldii melalui ekspedisi yang melibatkan Sir Thomas Stamford Raffles dan Joseph Arnold.
Selain itu, Tito menyoroti kontribusi naturalis asal Inggris Alfred Russel Wallace yang memperkenalkan Garis Wallace, sebuah konsep ilmiah yang hingga kini masih menjadi referensi penting dalam kajian flora dan fauna dunia.
“Jadi, itulah peninggalan Sir Alfred Wallace yang tetap valid dan menjadi referensi bagi setiap pemerintah, komunitas internasional, termasuk para peneliti,” katanya.
Lebih lanjut, Tito menyampaikan bahwa hubungan kedua negara juga tercermin dalam bidang olahraga dan budaya. Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki kedekatan dengan Inggris melalui tingginya minat terhadap kompetisi sepak bola Inggris yang diikuti oleh jutaan penggemar di Tanah Air.
Secara pribadi, Tito mengaku memiliki ikatan emosional dengan Inggris karena pernah menempuh pendidikan di University of Exeter melalui program beasiswa dari The British Council.
Ia berharap perayaan ulang tahun Raja Charles III dapat semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Inggris yang telah terjalin selama ini.
“Perayaan ulang tahun Yang Mulia Raja Charles III yang berkesan dan bergengsi ini akan semakin memperkuat hubungan kedua negara di masa depan dalam banyak hal. Kita juga mendoakan Yang Mulia Raja Charles III senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Tito.(Red)*
(Sumber: Puspen Kemendagri)
Komentar