“Alhamdulillah, saudara kita yang sakit di Malaysia telah tiba di Banda Aceh. Hamdani langsung kita pulangkan ke Aceh Timur, sedangkan Mursyidah kita rujuk dan telah mendapat penananganan medis di IDG RSUDZA”, ujar Mulyadi Syarif, Staf Ahli anggota DPD RI yang memfasilitasi proses rujukan ke RUDZA.
Dari keterangan Mulyadi Syarif, proses pengurusan pemulangan Mursyidah dan Hamdani turut difasilitasi oleh Persatuan Perantau Aceh Malaysia (PPAM) di Malaysia.
Haji Uma sendiri membantu memfasilitasi penjemputan dari Bandara SIM dan pemulangan Hamdani ke Aceh Timur serta proses rujukan ke RSUDZA Banda Aceh. Haji Uma juga membantu biaya pendamping Mursyidah selama proses penanganan medis di Banda Aceh.
Biaya pemulangan Mursyidah dan suaminya Rp 8.600.000 bersumber dari donasi yang digalang oleh tim PPAM Rp 5.850.000 dan sisanya Rp 2.750.000 berasal dari suami Mursyidah. Sedangan biaya pemulangan Hamdani berasal dari keluarga Rp 4.000.000 dan bantuan yang digalang tim PPAM Rp 800.000.
Anggota DPD RI asal Aceh H. Sudirman alias Haji Uma secara terpisah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut membantu, terutama tim PPAM di Malaysia yang telah membantu proses fasilitasi pemulangan Hamdani dan Mursyidah ke Aceh.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama ikut membantu, terutama Teuku Ricki dan tim PPAM di Malaysia yang telah memfasilitasi pengurusan untuk pemulangan kedua saudara kita hingga tiba di Aceh”, ujar Haji Uma.
Sementara itu, Iskandar selaku suami dari Mursyidah mengucapkan terima kasih PPAM, Haji Uma serta berbagai pihak yang telah membantu proses pemulangan dan proses rujukan istrinya di RSUDZA Banda Aceh.
(HSA)
Komentar