Beranda
Seputar Publik / Berita

DKBPPPA Kabupaten Serang Perkuat Program Lapor Gizi 3B MBG, Dorong Percepatan Penurunan Stunting

Pemantauan SPPG MBG di sejumlah wilayah disertai sosialisasi barcode pengaduan digital untuk meningkatkan kualitas layanan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
DKBPPPA Kabupaten Serang menggencarkan sosialisasi Program Lapor Gizi 3B MBG untuk memperkuat pengawasan layanan gizi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mempercepat penurunan angka stunting. DKBPPPA Kabupaten Serang menggencarkan sosialisasi Program Lapor Gizi 3B MBG untuk memperkuat pengawasan layanan gizi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mempercepat penurunan angka stunting.

Seputarpublik.com || SERANG BANTEN – Dalam upaya memperkuat pelayanan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, Bidang Keluarga Berencana (KB) Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang terus menggencarkan sosialisasi Program Inovasi Bidang KB berupa Barcode Layanan Pengaduan Online Seputar Gizi bagi Bumil, Busui, dan Balita Non-PAUD atau “Lapor Gizi 3B MBG”.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pemantauan pada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG 3B yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang KB DKBPPPA Kabupaten Serang, Hj. Iis Isnawati, S.ST., M.Kes. Pemantauan dilakukan di SPPG Desa Cikande Permai 1, Cikande Permai 2, SPPG MBG 3B Leuwilimus, dan SPPG MBG 3B Parigi, Kamis (11/6/2026).

Program Lapor Gizi 3B MBG merupakan inovasi pelayanan publik yang dihadirkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses pengaduan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat. Melalui sistem barcode layanan digital, masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita non-PAUD.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai fungsi dan manfaat barcode pengaduan untuk menyampaikan berbagai kendala di lapangan, mulai dari ketidaktepatan sasaran penerima manfaat, keterlambatan pendistribusian, kualitas makanan yang kurang layak konsumsi, hingga pelayanan yang dinilai belum optimal.

Kepala Bidang KB DKBPPPA Kabupaten Serang, Hj. Iis Isnawati, S.ST., M.Kes., menegaskan bahwa inovasi Lapor Gizi 3B MBG dibentuk agar masyarakat memiliki wadah resmi dalam menyampaikan keluhan maupun masukan secara cepat sehingga dapat langsung ditindaklanjuti oleh tim terkait.

“Kami terus mensosialisasikan Program Inovasi Bidang KB melalui Barcode Layanan Pengaduan Online Lapor Gizi 3B MBG agar masyarakat memahami bahwa jika terdapat kendala terkait pendistribusian MBG 3B, pelaporannya dapat dilakukan melalui aplikasi barcode. Aplikasi ini merupakan inisiatif Bidang KB untuk memudahkan masyarakat melaporkan berbagai persoalan terkait layanan gizi MBG 3B. Hal ini penting agar permasalahan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi informasi yang belum tentu benar di media sosial,” ujar Hj. Iis Isnawati.

Ia menjelaskan, penguatan sosialisasi dilakukan secara masif melalui keterlibatan 1.777 personel yang terdiri atas Kader Pos KB, Sub KB, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK/TPD). Mereka bertugas membantu masyarakat dalam pemantauan pelaksanaan SPPG MBG 3B, pengawasan distribusi makanan bergizi, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan barcode Lapor Gizi 3B MBG.

“Kami telah menginstruksikan seluruh kader untuk aktif membantu masyarakat, baik dalam pemantauan pelaksanaan MBG 3B maupun sosialisasi penggunaan barcode pengaduan. Hingga saat ini sudah terdapat sekitar 20 laporan yang masuk ke aplikasi Lapor Gizi 3B MBG dan seluruhnya telah kami tindak lanjuti agar segera diselesaikan oleh tim di lapangan,” katanya.

Hingga saat ini, kegiatan pemantauan sekaligus sosialisasi Program Inovasi Bidang KB Lapor Gizi 3B MBG telah dilaksanakan di tujuh titik SPPG di Kabupaten Serang sebagai bagian dari penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan gizi masyarakat.

Menurut Hj. Iis, program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemantauan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna menekan angka stunting di Kabupaten Serang.

“Sosialisasi Lapor Gizi 3B MBG menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemantauan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna menekan angka stunting di Kabupaten Serang. Bersama, kita wujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penurunan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan keluarga. Melalui deteksi dini, pelaporan aktif, edukasi gizi, serta pemenuhan asupan yang baik, angka stunting di Kabupaten Serang diharapkan terus menurun.

“Kami berkomitmen memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Serang. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pemantauan kondisi gizi dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan sehingga setiap ibu hamil, ibu menyusui, serta balita mendapatkan perhatian dan intervensi yang optimal,” tegasnya.

Program ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan gizi balita, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan masa krusial bagi tumbuh kembang anak. Asupan gizi yang baik berperan penting dalam mencegah stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung perkembangan kecerdasan anak.

Melalui Program MBG 3B dan inovasi Lapor Gizi 3B MBG, Pemerintah Kabupaten Serang berharap masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam pengawasan pelayanan gizi sehingga kualitas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat terus meningkat demi mewujudkan generasi Kabupaten Serang yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(Goezt')*