Seputarpublik, Palas – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Padang Lawas (Disnaker Palas), hadiri sekaligus menututup Pelatihan Menjahit Pembuatan Pakaian bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Ponpes Ruhul Islam, Desa Sialambue, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas. Selasa, (05/09/2023).
Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari santri Ponpes Ruhul Islam, serta dilaksanakan selama 22 hari
“Pimpinan BLK Komunitas Ponpes Ruhul Islam Misbah Fuadi Hasibuan, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Penutupan Pelatihan ini Ibu Kadis Naker tidak bisa hadir karena ada jadwal lainnya, jadi diwakilkan oleh Bapak Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, Muhammad Idrisman Mendefa, S.Th.I., M.A.P., CPHRM, CHRBP, CPLM, CTMP, CNNLP,” ujar Misbah.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolsek Barumun AKP Miftahuddin, Kakan Kemenag Palas, H. Abdul Manan, MA, beserta Jajarannya dan peserta yang telah hadir untuk mengikuti kegiatan pelatihan menjahit pembuatan pakaian di BLK Komunitas Ponpes Ruhul Islam, serta tamu undangan lainnya.
“Kepada peserta yang telah hadir memenuhi undangan, untuk mengikuti penutupan pelatihan menjahit pembuatan pakaian di BLK Komunitas Ponpes Ruhul Islam saya ucapkan juga terimakasih,” tuturnya.

“Untuk sebelumnya, pelatihan ini selama 22 hari. Jadi di kalkulasi itu, dari 220 jam kita melaksanakan selama 22 hari, dari jam 8 pagi sampai dengan jam 4 sore, hal tersebut berdasarkan sesuai dengan petunjuk juknis pelatihan. jelasnya.
Sementara itu, Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, Muhammad Idrisman Mendefa, S.Th.I., M.A.P., CPHRM, CHRBP, CPLM, CTMP, CNNLP menuturkan bahwa, hal ini memang sudah menjadi tugas Disnaker Palas, pihaknya tetap mencari informasi, karena Dinas Tenaga Kerja kebetulan membawahi pelatihan sertifikasi serta uji kompetensi.
“Kewajiban kami untuk memonitoring sekaligus pembinaan di BLK-BLK yang ada di kabupaten Palas, baik BLK komunitas, BLK luar negeri, BLK yang biasa serta LPK,” kata Idrisman.
Selain itu, mudah-mudahan kegiatan pelatihan ini yang memang sudah beberapa kali berjenjang bisa ditingkatkan lagi. Dan yang paling utama dengan adanya pelatihan ini minimal kita mempunyai skill untuk mencari kerja atau minat kerja di perusahaan-perusahaan garmen walaupun kita tidak berminat bekerja di perusahaan setidaknya kita bisa membuka usaha sendiri. Kata Idrisman.
“Kita jangan berkecil hati, karena kebutuhan menjahit ini sangat banyak di kabupaten Palas kita ini, akan banyak nantinya yang mencari penjahit ini, karena tenaga menjahit yang sudah mempunyai skill,” ucapnya.
“Inti dari pelatihan ini kan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang sudah mempunyai skil atau keahlian, apa bila nantinya ada membutuhkan tenaga kerja, untuk lembaga yang melatih tenaga kerjanya sudah ada, dan bisa buka usaha sendiri karena sudah mengikuti pelatihan ini,” katanya.
“Kemungkinan juga kedepan akan ada perusahaan yang baru dipalas, Palas menjadi kawasan menarik. Dan ketika nanti berdiri perusahaan di Palas akan membutuhkan tenaga kerja, makanya Pak Bupati meminta kepada Disnaker agar masyarakat jangan hanya jadi penonton harus jadi pelaku,” harapnya.
Masih Idrisman, ia pun berharap dengan adanya pelatihan ini dan juga ketika nantinya ada perusahaan-perusahaan baru bisa tersalurkan.
“Semoga nanti peserta pelatihan ini setelah Lulus dari Ponpes bisa lebih mudah mencari pekerjaan dan setidaknya bisa buka usaha sendiri,” ungkapnya. (*)