Beranda
Seputar Publik / Megapolitan

Ayu Gembirowati Soekarno Putri Kunjugi Posko Tani Nelayan Cakung di Jakarta Timur

Ayu Gembirowati Soekarno Putri bersama para punggawa rasrajawali mengunjungi posko Kelompok Tani Nelayan di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (11/06/2023). Ayu Gembirowati Soekarno Putri bersama para punggawa rasrajawali mengunjungi posko Kelompok Tani Nelayan di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (11/06/2023).

Seputarpublik.com, Jakarta – Ayu Gembirowati Soekarno Putri yang mempunyai nama asli Dewi Ayu Wulandari atau Fransisca Sunarti, bersama para punggawa rasrajawali mengunjungi posko Kelompok Tani Nelayan di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (11/06/2023).

Selain Dewi Ayu Wulandari, nampak hadir juga dalam rombongan, ketua pemangku adat keratuan Jayakarta, Hasbi Almadani.

Sementara itu, Muhamad Ikhsan yang merupakan ketua kelompok tani nelayan cakung sejahtera, mengaku sangat senang dengan kedatangan rombongan komando rasrajawali yang akrab disapa bunda ayu bersama jajarannya.

Lelaki lincah yang akrab disapa Kong Ican ini, dengan berapi api menjelaskan,  “para petani nelayan disini, sangat mengharapkan kedatangan bunda ayu. karena kami disini sudah sulit untuk mencari tempat mengadu. semenjak kedatangan para pengembang di cakung. kami semakin terjepit dan lahan garapan kami semakin sulit. karena lahan garapan kami banyak yang mereka bangun perumahan tanpa seijin kami. harapan kami saat ini. berharap akan datangnya sang malaikat penolong untuk kami. dan semoga bunda ayu ini. mempunyai solusi untuk jawaban kesulitan dan jeritan hati kami disini,” jelasnya.

Kong Ican pun menambahkan, kelompok kami di cakung jakarta timur ini terdiri dari empat kampung, yaitu Kampung Tambun Rengas, Kampung Tambun Selatan, Kampung Kandang Sapi dan Kampung Rorotan, Jakarta Utara.

“Anggota kami berjumlah 250 kartu keluarga,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, dalam sambutannya Fransisca Sunarti yang juga memiliki nama kecil Siti Jusiati ini menyampaikan. “Saya ucapkan terimakasih banyak untuk para petani nelayan cakung sejahtera. atas sambutannya yang antusias. saya sangat senang bisa interaksi langsung bersama keluarga disini. saya berharap kelompok tani nelayan disini bisa terus mempertahankan konsistensinya dalam mempertahankan ekonomi kerakyatan. melalui bertani dan nelayan. karena itu adalah adat istiadat yang biasa dilakukan oleh para leluhur kita. Guna mempertahankan kebutuhan hidup. kita semua wajib berterima kasih atas jerih payah para petani dan nelayan selama ini. mereka itu adalah pejuang tanpa tanda kehormatan,” paparnya.

Putri Bungsu Soekarno, Ayu Gembirowati

Lanjut dia, dengan hasil keringat dan keikhlasan merekalah. segala sesuatu yang menjadi kebutuhan kita terpenuhi. mereka patut kita hargai dan kita lindungi. tanpa mereka kebutuhan pokok hidup yang bukan petani akan susah, karena itu. semua berawal dari para petani dan nelayan, pungkasnya.

Acara pun ditutup dengan ramah tamah. (*/Rendy)