Seputar Publik / Berita

Aniaya Aktivis Palestina saat Wawancara, Seorang Prajurit Israel Ditahan Selama 10 Hari

Ilustrasi tentara Israrl Ilustrasi tentara Israrl

Seputarpublik, Yerusalem  – Militer Israel pada Senin (13/2/2023) menahan seorang prajurit selama 10 hari karena menyerang seorang aktivis Palestina yang sedang diwawancarai jurnalis AS di Kota Hebron di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Dalam sebuah pernyataan, militer mengatakan insiden tersebut dimulai ketika sang prajurit meminta aktivis Palestina itu untuk menjauh dari pos militer yang dia jaga.

“Merespons hal itu, orang Palestina tersebut mulai merekam dan memaki-maki prajurit itu. Adu mulut lalu terjadi dan memicu perkelahian, saat itulah sang prajurit memukul orang Palestina itu,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Lawrence Wright, jurnalis majalah The New Yorker yang mewawancarai aktivis Palestina tersebut, membantah pernyataan militer Israel itu.

Dalam sebuah video yang diunggah Wright di Twitter, sang prajurit terlihat menarik jaket dan leher aktivis Palestina bernama Issa Amro itu, kemudian membantingnya ke tanah.

Dia kemudian menendang badan Amro dari belakang, sebelum aksinya dihentikan oleh prajurit lain.

“Saya belum pernah melihat narasumber dianiaya di depan saya, sampai seorang prajurit Israel, yang menghentikan wawancara saya, melakukan ini,” tulis Wright.

Militer Israel juga mengatakan bahwa sang prajurit tidak mengikuti kode etik Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Tulis Komentar

Komentar