Seputar Publik / Berita

Semangat Emansipasi Kartini di Dunia Jurnalistik

Oleh Umi Sjarifah
Umi Sjarifah Pemred Majalah Sudut Pandang Umi Sjarifah Pemred Majalah Sudut Pandang

Keberadaan kaum hawa dalam dunia jurnalistik hari ini masih menghadapi tantangan besar, mulai dari bias gender di ruang redaksi, ketimpangan akses karier, hingga ancaman terhadap keselamatan saat meliput isu-isu sensitif. Namun, semangat Kartini harus terus menyala dalam diri para jurnalis perempuan Indonesia yang tak gentar menyuarakan kebenaran dan keadilan. Mereka menulis dengan keberanian, seperti halnya Kartini menulis surat dengan semangat pembebasan.

Kartini Masa Kini

Kartini masa kini bisa kita temukan dalam sosok wartawati yang meliput konflik di wilayah rawan, mengangkat isu perempuan dan anak yang terpinggirkan, atau memperjuangkan transparansi dan kebenaran di tengah tekanan kekuasaan. Mereka mewarisi semangat Kartini, bukan dalam balutan kebaya dan sanggul semata, melainkan dalam keberanian berpikir, bersuara, dan beraksi.

Jurnalisme yang sehat membutuhkan keberagaman pandangan, dan suara perempuan di dalamnya adalah bagian tak terpisahkan. Kartini telah membuka jalan, dan tugas kita adalah melanjutkannya dengan pena, mikrofon, kamera, dan semua alat jurnalistik yang kita punya.

Penulis berpandangan, sosok Kartini tak hanya simbol emansipasi, tapi lebih dari itu, ia adalah simbol keberanian intelektual. Di tengah tantangan dunia media yang kerap dikaburkan oleh kepentingan, suara Kartini seolah mengingatkan bahwa menulis adalah aksi dan sikap perlawanan. Sebuah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan kebisuan. Di dunia jurnalistik, semangat Kartini tidak pernah mati, ia hidup di setiap karya yang ditulis dengan nurani.

Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan di Indonesia. Jadilah pelita yang tak pernah padam, gapai mimpi lebih tinggi dan berbuat lebih baik.

Penulis Umi Sjarifah adalah Pemimpin Redaksi Majalah Sudut Pandang, Sudutpandang.id, Bendahara Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) dan Wakil Bendahara PWI Pusat.

Tulis Komentar

Komentar