Ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi pembelajar yang aktif, inovatif, dan memiliki daya saing global.
Sementara itu, Rektor Universitas Dharmas Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Gunawan Ali, M.Kom., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap gerakan literasi yang diinisiasi RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya.
Menurutnya, kegiatan literasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.
«“Kampus harus menjadi pusat lahirnya generasi intelektual yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki budaya baca, kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.»
Dukungan dari pimpinan kampus tersebut menjadi energi positif dalam memperkuat ekosistem literasi di lingkungan Universitas Dharmas Indonesia.
Salah satu peserta kegiatan, Dela Savitri, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari materi yang disampaikan. Ia menilai kegiatan literasi yang dikemas secara interaktif membuat mahasiswa lebih percaya diri dalam berdiskusi, berbicara, dan mengembangkan potensi diri.
«“Kegiatan ini membuka wawasan kami. Literasi ternyata bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga tentang kemampuan berpikir, berbicara, dan berkomunikasi dengan baik di era digital,” katanya.»
Melalui program RELIMA Goes to School and Campus, RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya berharap gerakan literasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya hidup generasi muda.
Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan inovasi, RELIMA terus berupaya menyalakan cahaya literasi dari kampus untuk mewujudkan Indonesia yang lebih cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.(Goeztie)*
Komentar