Beranda
Seputar Publik / Nusantara

Pj Bupati Palas Pimpin Apel Gabungan ASN/PPPK/Tenaga Honorer/TKS

Pj. Bupati Palas Dr. Edy Junaedi Harahap S.STP., M.Si saat sampaikan arahannya pada apel gabungan Pj. Bupati Palas Dr. Edy Junaedi Harahap S.STP., M.Si saat sampaikan arahannya pada apel gabungan

Seputarpublik, Palas – Dalam rangka peningkatan kinerja serta peningkatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Pemkab Palas) Tahun 2024, maka dilaksanakan Apel Gabungan yang langsung dipimpin oleh Pj. Bupati Palas Dr. Edy Junaedi Harahap S.STP., M.Si di lapangan kantor bupati Palas, Rabu (06/03/2024).

Apel Gabungan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas Arpan Nasution S.Sos, para pimpinan OPD dan Camat Se Kabupaten Padang Lawas. Serta seluruh ASN, PPPK, Tenaga Honorer, TKS se-kabupaten Palas.

PJ Bupati Palas meminta Apel Gabungan Ini Di Ulang Kembali Pada Pukul 13,30 Karna masih banyaknya ASN/ PPPK/ Tenaga Honorer/TKS tidak mengikuti apel gabungan.

Sesuai Dengan Peraturan Pemerintahan NO 94 Tahun 2021 ” PP ini mengatur antara lain mengenai kewajiban, larangan, dan hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan kepada PNS yang telah terbukti melakukan pelanggaran; jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan terhadap suatu pelanggaran disiplin; batasan kewenangan bagi pejabat yang berwenang menghukum; dan hak untuk membela diri melalui upaya administratif bagi PNS yang dijatuhi hukuman disiplin” dan Perka BKN No 06 Tahun 2022.

Setelah kembali dilaksanakan Apel Gabungan sekira pukul 13.30 wib, Pj Bupati Palas pertama menyampaikan Apel Gabungan seperti ini nanti akan kita laksanakan setiap bulan, hari selasa setiap minggu pertama, dan kepada setiap OPD saya wajibkan apel setiap minggu, dan nanti saya secara acak akan hadir untuk ikut apel di tiap-tiap OPD, bisa di kecamatan bisa di Dinas dan bisa di kelurahan serta lainnya.

Kenapa ini harus dilakukan, karena sebagai pelayan masyarakat saya kira tidak perlu, saya ulangi lagi menjadi kewajiban kita bersama untuk siap dan disiplin dalam menjalankan tugas dan kewajiban kita semua. Saya tadi pagi kecewa dengan apa yang kawan kawan lakukan, banyak yang tidak hadir apel tadi pagi saya tidak tahu apa penyebabnya, tapi untuk kali ini masih saya tolerin. Tapi untuk yang berikutnya saya harapkan tidak terjadi lagi.

Ini pak sekda tolong dicatat nama nama tidak hadir tadi pagi ini, nanti dilaporkan kepada saya dan menjadi catatan bagi kita semua dan kepada yang telah hadir tadi pagi saya ucapkan terimakasih dan berikan aplaus bagi mereka yang sudah disiplin, kata Pj Bupati.

Kemudian yang kedua berikutnya perlu juga saya sampaikan kepada semuanya bapak ibu sekalian sudah ditakdirkan untuk mengikat kontrak untuk menjadi pelayan masyarakat di kabupaten palas ini, hari ini panas, terik dan kita semua belum ada yang melakukan apel disiang hari seperti ini, saya juga tidak menggunakan topi untuk sama-sama merasakan apa yang dirasakan bapak ibu semua disiang hari ini.

“Tapi apa yang perlu bapak ibu ketahui bersama ialah bahwa setiap tetesan keringat kita itu dibayar oleh rakyat, masyarakat padang lawas, sehingga sudah wajib bagi kita semua untuk memberikan kemampuan terbaik, pengabdian kita kepada pemerintah kabupaten palas. (Ketika ditanya Pj Bupati palas, siap bapak ibu semua, semua peserta apel jawab siap)” Katanya.

Saya berharap, untuk pelaksanaan disiplin, mulai hari ini kedepannya tidak ada toleransi lagi j kerja belum berubah, jam masuk 07.30 sampai jam 16.00, kecuali di bulan puasa, tapi bukan berarti memasuki bulan puasa ada kendor disiplinnya saya tidak ingin seperti itu, tetap pelayanan berlangsung dengan baik. Nanti mungkin juga setelah ini disektor kesehatan dan pendidikan ini baru internal kita semua, saya juga akan mengumpulkan semuanya biar kita tahu kesiapan kita. Tuturnya.

Kenapa saya belum memberikan arahan tadi pagi karena dari segi kehadiran saja belum semuanya hadir apa yang mau disampaikan kalau orangnya tidak ada, saya kira begitu. Bagi bapak dan ibu yang tidak hadir tadi pagi, saya tidak ingin mendengar alasannya yang jelas pemberitahuan apel hari ini sudah jauh jauh hari diberikan disampaikan, dan terbukti lebih banyak yang hadir daripada yang tidak hadir. Ungkap Pj Bupati.

Yang ketiga, Pj Bupati Palas menyatakan pak sekda, pak plt BKPSDM mulai hari ini sampai kedepannya untuk tertib pegawai dari sisi pengangkatan dan seterusnya mulai dari TKS, PPPK, CPNS, dan PNS, itu semua menjadi tanggung jawab Pak Sekda dan Kepala BKPSDM, jadi tidak ada lagi di masing-masing OPD saya tidak ingin ada nantinya yang mengangkat TKS tidak melapor kesini selama ini bagaimana pak sekda, dijawab pak sekda OPD masing-masing kedepan tidak lagi kita berikan keleluasaan seperti itu.

Saya tadi pagi kaget, begitu data yang disajikan kepada saya tidak sinkron ada yang bilang sekian dan sekian karena memang ada di masing-masing OPD, itu dampak dari tidak sinkron nya data. Untuk itu Kedepannya pak saya sudah memegang data dari pak sekda dan Kepala BKPSDM, dan telah diperiksa oleh Inspektur seluruhnya, saya berpegang kepada data ini. Artinya untuk pembayaran gaji honor dan seterusnya itu berpegang pada data ini, dan harus dipastikan kalau 30 ya 30, kalau 40, yah 40 atau 50 yah 50, saya tidak lihat dari sisi kebutuhan dulu, dari sisi jumlah kalau sudah terlanjur di angkat segitu, kita lanjutkan. Tapi nanti baru secara bertahap kita evaluasi sedikit demi sedikit apa betul OPD diperlukan pegawai sebanyak itu, atau ada yang kurang kedepannya akan kita lihat sebagai evaluasi, terang Pj Bupati.

Lanjut Pj Bupati, tapi dari sisi jumlah saya minta pak sekda dan kepala BKPSDM betul-betul ini dikendalikan karena setiap rupiah uang gaji yang mereka Terima itu adalah dari hasil pendapatan asli daerah yang kita peroleh dari rakyat, masyarakat Palas.

Selanjutnya, saya juga berpesan kepada bapak dan ibu semuanya mengenai disiplin ini bukan hanya masalah waktu, kehadiran, apel dan tapi juga berpakaian. Berpakaian hari senin dan selasa Pakaian PDH, hari rabu putih, hari kamis dan jumat batik, dan saya nanti pada hari jumat masih dalam persiapan akan menggunakan intruksi pakaian daerah yang akan lebih muda digunakan bapak ibu semuanya.

kita akan rancang dalam satu atau dua minggu ini, karena saya sudah berkoordinasi dengan Badan Pemangku Adat, tokoh masyarakat, untuk kita tetapkan apa nanti pakaian yang kita gunakan mudah mudahan di bulan puasa nanti kita sudah bisa tetapkan pakaian yang akan kita pakai setiap hari jumat. Ini penting supaya kita tahu identitas kita, orang Palas. Itu yang nanti akan saya tugaskan kepada pak sekda, asisten, dan kepala BKPSDM untuk memproses SK Bupati tentang hal itu.

Diakhir arahannya Pj Bupati mengatakan prinsip-prinsip bekerja seorang staf yang paripurna (sempurna) untuk urusan pekerjaan dia itu harus berpikir satu tingkat keatas, untuk urusan rezeki satu tingkat kebawah, saya ambil contoh seorang lurah itu untuk urusan pekerjaan dia itu jangan hany berpikir seseorang lurah, dia harus berpikir kira kira apa yang ada dalam pikiran camat, apa yang jadi beban pikiran camat berusaha dia bertul, berdiskusi tanya kir kanan pak camat sedang menjalankan program ini, saya harus dukung yang sedang ditugaskan, atau diprogramkan pak camat.

Seorang camat, kabag, begitu juga dia harus tahu apa yang sedang dipikirkan pak Bupati, Bupati kita juga sedang memprogram kan apa, di Musrenbang sedang berbicara tentang Indek pembangunan manusia (IPM), harus tahu apa itu IPM apa saja faktor pembentuknya dan lain-lain nya itu yang harus ada dalam pikiran Baik seorang camat, kabag, kadis dan lainnya.

“Untuk urusan rezeki, dia harus satu tingkat kebawah misalnya saya contohkan pak camat jangan suka ngintip apa yang ada dalam dompetnya bupati, itu tidak boleh karena kita punya rezeki masing-masing. Tapi kalau bapak dapat rezeki berpikir satu tingkat kebawah, oh ya hari dapat satu juta, pak lurah dapat lima ratusan ribu kira-kira begitu. Jadi timbul rasa syukur. Dicontohkan Pj Bupati.

Tenang pak kalau kerja begitu, bahagia kita bersyukur jadinya, coba kalau kita bayangkan sebaliknya, seorang camat berpikir seperti luruh kalau urusan rezeki dia mikirin kantongnya Bupati, jalan enggak kira-kira organisasi seperti itu modelnya, saya rasa akan rusak dan hancur serta berantakan semuanya karena masing-masing tidak fokus pada pekerjaan ini sederhana yang saya sampaikan tadi. Jelas Pj Bupati.

“Urusan rezeki itu sudah ada yang atur bukan gak kita menentukan rezeki kita harus dapat berapa, tapi yang bisa kita ikur ialah apa yang bisa kita selesaikan dalam rangka pekerjaan dihari ini. Terang Pj Bupati.

Sekarang saya masuk apa yang sedang kita alami di kabupaten palas ini, kabupaten palas sudah 17 tahun bukan usia yang sebentar, kalau 17 tahun itu seorang warga sudah bisa mendapatkan KTP. Kita bersyukur palas ini menjadi kabupaten. Sebagai bukti ras syukur ini mari kita berikan pengabdian, kerja terbaik kita pada kabupaten ini. Ujarnya.

Bapak dan ibu hari ini, IPM kita kabupaten palas nomor dua terendah dari 33 kabupaten/kota se Provinsi sumut, palas nomor 32. Tapi yang ironisnya disini pertumbuhan ekonominya kabupaten palas nomor dua tertinggi se provinsi sumut, kok bisa pertumbuhan ekonomi nya tertinggi tapi pembangunan manusianya nomor dua terendah.

“Kita harus introspeksi diri, kenapa berarti ada yang belum benar, kita harus akui saja. Dari introspeksi diri itulah kita lakukan perbaikan perbaikan, displin itu merupakan awal perbaikan, kita tahu masih ada rencana rencana yang belum berjalan dengan baik. Kita harus tahu,bdan sadar bahwa ada eksekusi-eksekusi dari program yang belum berjalan dengan baik, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak diikuti dengan pembangunan manusia yang tinggi”, ucapnya.

Kira-kira kita semua yang hadir disi melihat kondisi ini malu atau bangga, kalau kita merasa malu, beranjak dari rasa malu itulah kita akan memperbaiki diri, dari disiplin itu kita bisa memperbaiki nya.

“Pj Bupati mengakhiri arahannya itu yang jelas saya sampaikan hari ini, kepada seluruhnya yang hadir siap utuk berubah semuanya bapak ibu, siap kita untuk membangun kabupaten palas, itu barangkali yang bisa saya sampaikan, terimakasih buat semuanya yang hadir”. Pungkasnya. (*)