Seputar Publik / Internasional

Pemilihan Parlemen, KPU Kazakhstan Sediakan Surat Suara versi Braille

Pemilihan kali ini mengusung beberapa aturan baru, antara lain bahwa partai-partai yang bersaing diharuskan memenuhi kuota 30 persen kandidat perempuan, pemuda, serta penyandang berkebutuhan khusus untuk tingkat legislatif dalam pembagian mandat anggota parlemen.

Selain itu, ambang batas partai untuk masuk Mazhilis dikurangi dari tujuh menjadi lima persen sehingga memudahkan partai oposisi untuk masuk ke parlemen.

Model campuran proporsional-mayoritas akan digunakan untuk pertama kalinya sejak 2004 dalam pemilihan Mazhilis. Artinya, 70 persen wakil akan dipilih secara proporsional dari daftar partai dan 30 persen oleh pemerintahan mayoritas dari distrik beranggota tunggal.

Dengan demikian, 29 dari 98 anggota Mazhilis akan dipilih di daerah pemilihan mandat tunggal, sedangkan 69 lainnya akan dipilih dari daftar partai di bawah model perwakilan proporsional dari satu daerah pemilihan nasional.

Selain itu, surat suara akan menyediakan pilihan “menentang semua”. Para pemilih bisa menconteng opsi tersebut jika tidak setuju dengan semua kandidat.

Sementara itu, Wakil Ketua CEC Konstantin Petrov, di Astana pada Sabtu, menyebutkan pemilu kali ini untuk pertama kalinya menerapkan aturan pembatasan jumlah sumbangan dana pemilu.

Pemilu dini pada 19 Maret ditetapkan setelah Presiden Tokayev pada 19 Januari membubarkan Mazhilis.

Pemilihan parlemen tersebut merupakan yang pertama kalinya digelar sejak kerusuhan maut di Kazakhstan pada Januari 2022, yang menimbulkan lebih dari 200 korban jiwa.

Tulis Komentar

Komentar