“PTPN mendapat tugas untuk menjadi instrumen negara yang dapat diandalkan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas industri sawit nasional. Karena itu, kami terus memperkuat hilirisasi dan distribusi agar produk dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif,” katanya.
Operasional fasilitas pengemasan tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan PT Lestari Jaya Indonesia Maju (LJIM).
Komisaris PT LJIM, Mayjen TNI (Purn) Gamal Haryo Putro, menyampaikan bahwa distribusi awal dari fasilitas tersebut telah berjalan dan mendapat respons positif dari pasar.
Menurutnya, kapasitas distribusi akan terus ditingkatkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan di wilayah sasaran.
“Kami melihat kebutuhan pasar yang cukup besar. Karena itu, distribusi akan terus diperkuat seiring meningkatnya kapasitas operasional dan daya serap pasar,” ujar Gamal.
Melalui pengoperasian fasilitas pengemasan di Surabaya, PalmCo berharap dapat memperkuat ketahanan rantai pasok nasional, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memastikan ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat di Indonesia bagian tengah dan timur.
Selain mempercepat pasokan, skema distribusi baru ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk minyak goreng nasional melalui penghematan biaya logistik yang lebih optimal.(Red)*
Komentar