Beranda
Seputar Publik / Berita

PalmCo Operasikan Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya, Distribusi ke Indonesia Timur Lebih Cepat dan Efisien

Langkah hilirisasi PTPN IV PalmCo diklaim mampu memangkas biaya logistik hingga 40 persen sekaligus memperkuat pasokan minyak goreng ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
PalmCo resmi mengoperasikan fasilitas pengemasan minyak goreng di Surabaya untuk mempercepat distribusi ke Indonesia Timur dan memperkuat ketahanan rantai pasok nasional. PalmCo resmi mengoperasikan fasilitas pengemasan minyak goreng di Surabaya untuk mempercepat distribusi ke Indonesia Timur dan memperkuat ketahanan rantai pasok nasional.

Seputarpublik.com || SURABAYA – Pasokan minyak goreng ke kawasan Indonesia Timur diproyeksikan semakin cepat dan efisien setelah PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, mengoperasikan fasilitas pengemasan minyak goreng di kawasan Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/6/2026).

Keberadaan fasilitas tersebut memperpendek rantai distribusi minyak goreng menuju Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang selama ini dilayani langsung dari pabrik pengolahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Melalui skema baru ini, minyak goreng dikirim dalam bentuk curah ke Surabaya untuk selanjutnya dikemas dan didistribusikan ke berbagai wilayah tujuan di Indonesia bagian tengah dan timur.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendekatkan titik distribusi ke pasar utama.

Menurutnya, Surabaya dipilih karena memiliki konektivitas pelabuhan yang kuat dengan berbagai daerah di Indonesia Timur sehingga mampu mempercepat arus distribusi barang sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.

“Selama ini produk dikirim dalam bentuk kemasan dari Sumatera Utara. Dengan pengemasan dilakukan di Surabaya, distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan hingga 40 persen,” ujar Jatmiko saat peresmian fasilitas tersebut.

Efisiensi logistik dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok. Tingginya biaya distribusi selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam penyaluran minyak goreng ke wilayah kepulauan yang berjarak jauh dari pusat produksi.

Sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Perak memiliki posisi strategis sebagai simpul distribusi menuju kawasan Indonesia Timur. Kedekatan geografis Surabaya dengan pasar tujuan dinilai mampu mempercepat waktu pengiriman sekaligus menjaga kontinuitas pasokan.

Bagi PT Industri Nabati Lestari, fasilitas baru ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat penetrasi pasar minyak goreng di luar Pulau Jawa. Seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan industri makanan di kawasan Indonesia Timur, perusahaan melihat peluang pertumbuhan permintaan yang terus berkembang.

Jatmiko menegaskan bahwa penguatan jaringan distribusi merupakan bagian dari transformasi PalmCo yang tidak hanya berfokus pada produksi crude palm oil (CPO), tetapi juga memperbesar kontribusi bisnis hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“PTPN mendapat tugas untuk menjadi instrumen negara yang dapat diandalkan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas industri sawit nasional. Karena itu, kami terus memperkuat hilirisasi dan distribusi agar produk dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif,” katanya.

Operasional fasilitas pengemasan tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan PT Lestari Jaya Indonesia Maju (LJIM).

Komisaris PT LJIM, Mayjen TNI (Purn) Gamal Haryo Putro, menyampaikan bahwa distribusi awal dari fasilitas tersebut telah berjalan dan mendapat respons positif dari pasar.

Menurutnya, kapasitas distribusi akan terus ditingkatkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan di wilayah sasaran.

“Kami melihat kebutuhan pasar yang cukup besar. Karena itu, distribusi akan terus diperkuat seiring meningkatnya kapasitas operasional dan daya serap pasar,” ujar Gamal.

Melalui pengoperasian fasilitas pengemasan di Surabaya, PalmCo berharap dapat memperkuat ketahanan rantai pasok nasional, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memastikan ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat di Indonesia bagian tengah dan timur.

Selain mempercepat pasokan, skema distribusi baru ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk minyak goreng nasional melalui penghematan biaya logistik yang lebih optimal.(Red)*