Lucid mengungkapkan tahun lalu bahwa Pemerintah Arab Saudi setuju untuk membeli setidaknya 50.000 EV selama sepuluh tahun ke depan. Kesepakatan itu adalah bagian dari upaya “Visi Saudi 2030” untuk mengurangi emisi dan menempatkan negara itu di jalur pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Perekonomian Arab Saudi saat ini bergantung pada minyak, terhitung hampir setengah dari PDB negara. Strategi negara tersebut termasuk membangun EV canggih dan mengekspornya sambil meningkatkan kontribusi ekspor non-minyak ke PDB non-minyak menjadi 50 persen, dibandingkan dengan sekitar 16 persen saat ini.
Menteri Komunikasi dan TI Saudi, Abdulla Al-Swaha menjelaskan pada bulan Oktober lalu bahwa, “Pada tahun 2026, Kerajaan akan memproduksi dan mengekspor lebih dari 150.000 mobil listrik”.
Al-Swaha mengatakan kepemilikan mayoritasnya di Lucid telah menempatkan Arab Saudi di antara negara-negara maju. Dia menambahkan bahwa konstruksi dimulai di pabrik produksi pertama Lucid di wilayah tersebut Mei lalu.
Pabrik di King Abdullah Economic City, Arab Saudi, akan mulai merakit ulang model Lucid Air yang dibuat sebelumnya di fasilitas Casa Grande, Arizona, AS.
Produksi penuh diharapkan akan dimulai pada tahun 2024, dengan kapasitas produksi 155.000 kendaraan per tahun setelah beroperasi.
Lucid juga baru-baru ini menjalin kemitraan strategis untuk memberi Aston Martin teknologi powertrain EV canggihnya.CEO Lucid Motors Peter Rawlinson mengatakan kesepakatan itu bernilai sekitar 450 juta dolar AS atau sekitar Rp6,7 triliun itu hanyalah awal dari bisnis teknologi Lucid.
Komentar