Seputarpublik, Jakarta – Misteri tentang surat perintah sebelas Maret (Supersemar) saat ini mulai terkuak keberadaannya, yang mana pada awalnya Keberadaan Supersemar masih menjadi misteri.
Sejak Presiden pertama RI Soekarno menerbitkan Supersemar, lima puluh lima tahun yang lalu, hingga kini belum diketahui keberadaan naskah aslinya.
Isi yang tertuang di dalam Supersemar pun tidak dapat dipastikan, apakah berupa mandat dan perintah untuk menjaga stabilitas keamanan negara atau justru hanya dijadikan sebuah alat kudeta untuk menduduki tahta kekuasaan.

Berikut adalah penuturan dari Dhewi Ayhu Woelandari atau Ayu Gembirowati anak sang proklamator presiden RI pertama Ir Soekarno tentang supersemar, kepada seputar publik.com.
“Bapak (Ir Soekarno) adalah bukan orang sembarangan, dia sudah tau apa yang akan terjadi dengan politik di Indonesia, beliau pun sudah mengira akan seperti apa Indonesia untuk ke depannya. Semuanya ada terkandung dari isi buku wasiat super Semar yang saya pegang, Mengalah demi untuk menang itu lebih baik,” ungkap ayu Gembirowati saat ditemui beberapa waktu lalu.
“Di sisi lain bung Karno pun mempersiapkan orang yang di tunjuk untuk bisa menjalankan amanahnya, yang suatu saat nanti akan muncul dan bisa merubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera dan bermartabat,” pungkasnya.
(Bersambung)
Komentar