“Jangan tergesa-gesa, jangan tergesa-gesa. Meskipun, meskipun, mungkin yang kita dukung ada di sini,” kata Jokowi di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/5/2022) lalu.
Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai pernyataan Presiden Jokowi bukan tanpa alasan Presiden Joko Widodo menyinggung soal “pemimpin berambut putih” saat hadir dalam acara temu relawannya, Sabtu (26/11/2022).
Menurut Umam, orang nomor satu di Indonesia itu lagi lagi hendak melempar sinyal dukungan buat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju di panggung pemilu presiden (pilpres).
“Konsolidasi relawan Jokowi kemarin bisa dimaknai sebagai manuver politik untuk mengokohkan framing narasi pentingnya mengusung Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024,” kata Umam Minggu (27/11/2022).
Umam menduga, ada campur tangan orang orang di lingkaran Jokowi dalam acara temu relawan tersebut.
Sebab, Jokowi tak hanya hadir dalam kegiatan itu, tetapi juga menyampaikan “kode keras” soal kriteria pemimpin yang memikirkan rakyat, yang mana itu mengarah ke sosok Ganjar.
Menurut Umam, pernyataan Jokowi soal kriteria pemimpin tersebut bisa jadi bertujuan untuk memunculkan gelombang dukungan rakyat.
“Pada titik tertentu juga diharapkan bisa memengaruhi atau bahkan mendikte keputusan partai politik yang memiliki hak konstitusional sebagai pengusung capres,” ujarnya.
Kendati demikian, lanjut Umam, manuver lingkaran Jokowi ini seolah menantang pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI-P pada Juni lalu.
Sebab, saat itu Megawati telah memperingatkan dan melarang keras para kadernya untuk bermanuver terkait pencapresan 2024.
Bahkan, barisan Dewan Kolonel yang tak lain adalah forum sejumlah kader PDI-P untuk mendukung Puan Maharani menjadi capres telah ditertibkan oleh partai. Padahal, Puan merupakan anak biologis dan ideologis Megawati.
Komentar