Beranda
Seputar Publik / Megapolitan

Ketua Harian Permata MHT, HM Nuh Ajak Jaga Kebersamaan Dan Perkuat Konsolidasi

konsolidasi DPP Permata MHT dengan Korwil  Permata MHT Jakarta Barat di Hotel Mega Anggrek, Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (20/8/2025). konsolidasi DPP Permata MHT dengan Korwil Permata MHT Jakarta Barat di Hotel Mega Anggrek, Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (20/8/2025).

Seputar Publik, Jakarta - Ketua Harian Permata MHT, HM Nuh, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya konsolidasi DPP Permata MHT dengan Korwil Jakarta Barat. Ia menegaskan bahwa amanah kepemimpinan yang diembannya merupakan kepercayaan dari para pengurus, dan akan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Alhamdulillah, Permata MHT telah banyak menggelar kegiatan yang sukses. Mari kita terus bersyukur, menjaga kebersamaan, dan memperkuat konsolidasi agar organisasi ini semakin eksis di tengah masyarakat,” ujar HM Nuh.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf hingga saat ini Bang Fauzi Bowo, selaku Dewan Pembina Permata MHT dan H Marullah Matali, selaku Ketua umum Permata MHT, belum bisa menghadiri acara Konsolidasi kita, karena keduanya sangat sibuk dengan aktivitasnya. 

Namun begitu, kita tetap berterimakasih kepada keduanya yang selalu mensupport dan terus memberikan arahan kepada kita semua di Permata MHT ini.

Sementara itu, jalannya diskusi dalam acara konsolidasi hari ini semakin menarik, dengan menghadirkan narasumber yang sangat berpengalaman dalam perjalanan Permata MHT, yakni H.Fatahillah SH MH, yang juga Dewan Pembina di Permata MHT.

Pentingnya Dasar Hukum dalam Pelestarian Budaya dan Eksistensi Ormas

Salah satu narasumber dalam acara Konsolidasi DPP Permata MHT dengan Korwil Jakarta Barat, H.Fatahillah SH MH, menegaskan bahwa upaya melindungi, melestarikan, dan memajukan kebudayaan memiliki landasan hukum yang kuat di tingkat nasional. 

Menurutnya, terdapat dua regulasi penting yang menjadi pijakan, yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Dengan adanya dasar hukum tersebut, seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah memiliki kewajiban moral dan yuridis untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkannya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Fatahillah.

Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang memiliki dasar hukum jelas. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Ormas didirikan secara sukarela oleh masyarakat berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, dan tujuan tertentu.

“Kehadiran Ormas harus menjadi wadah yang mampu menyalurkan aspirasi masyarakat, sekaligus turut mendukung tercapainya tujuan bangsa yang berlandaskan Pancasila,” jelasnya.

Melalui konsolidasi ini, Fatahillah berharap peran Ormas, khususnya Permata MHT, dapat semakin kuat dalam menjaga kebudayaan Betawi, memperkuat persatuan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Turut hadir dalam Korwil Permata MHT, Jakarta Barat, antara lain: Dr Agus Ramdani, Dr Amsani Mpd, Ferry, Mpd, Saumun, Sos, Abdul Rosid, S. STP., M. Si, dan H.Bahtiar (Sanggar si Pitung Rawa Belong)

Selain itu, turut menyampaikan pemaparannya Bendahara Umum Permata MHT, H. Hamzah, Ia menyampaikan apresiasinya atas suksesnya beberapa kegiatan yang digelar oleh Korwil Jakarta Barat, termasuk festival Bandeng. 

Dirinya berharap program kerja yang telah dirumuskan, khususnya program 2026 yang terkait dengan usulan dana hibah, dapat segera difinalisasi dan direalisasikan.

“Program ini penting karena menyangkut kesinambungan kegiatan organisasi hingga 2026. Kita juga ingin memastikan bahwa struktur yang ada benar-benar diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk pengurus maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

H. Hamzah juga menegaskan bahwa Permata MHT merupakan organisasi yang sejak awal berdiri pada tahun 1976 telah ditopang oleh para intelektual dan tokoh Betawi.

“Permata ini mendapat dukungan dari banyak pihak, baik tokoh maupun masyarakat. Dari sinilah kita terus berkomitmen melahirkan kader-kader yang siap mengabdi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Puspla Dirdjaja, dalam sambutannya menegaskan bahwa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong pembangunan ekonomi yang selaras dengan pelestarian kebudayaan.

Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pembangunan Ekonomi, yang juga terkait dengan penguatan warisan budaya.

Menurutnya, tujuan utama program ini adalah meningkatkan indeks warisan budaya, di mana aspek kebudayaan menjadi prioritas utama, disusul pendidikan dan kesehatan.

Karena itu, ia mengajak adanya kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah pusat maupun daerah, untuk mendukung pengembangan pelatihan, keterampilan artistik, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Barat.

“Dengan konsolidasi dan kerja sama yang baik, kita yakin pembangunan berbasis kebudayaan ini akan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Turut menghadiri acara ini, Joko Mulyono, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Barat beserta Farza.

Hal lainnya disampaikan oleh Sekjen Permata MHT, H. Supli Ali, yang menegaskan bahwa konsolidasi bersama korwil merupakan arahan Ketua Umum untuk memperkuat soliditas organisasi. “Hari ini konsolidasi keempat setelah Kepulauan Seribu, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Minggu depan kita lanjut di Jakarta Selatan,” ujarnya.

Selain itu, Permata MHT juga rutin menggelar ziarah ke makam Pahlawan Nasional asal Betawi, Mohammad Husni Thamrin, di Karet Bivak, Tanah Abang. 

“Ziarah ini selalu bertepatan dengan HUT DKI Jakarta dan HUT Permata MHT, dan ke depan akan kami buatkan legalitas resminya,” tambahnya.

Perlu diketahui bersama saat ini kader-kader Permata MHT muda juga sudah mulai bergabung, mereka terdiri dari anak-anak para pengurus Permata MHT terdahulu yang sudah almarhum, jadi ada generasi penerusnya.

H Supli Ali, menutup sambutannya dengan menyampaikan bahwa sekretariat DPP Permata MH, saat ini berlokasi di Jalan Jati Baru, Komplek Masjid Al-Amanah, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dari jajaran pengurus Permata MHT hadir antara lain, H. Yusron Sjarief, H. Tanto Tabrani, H.Syahril dan H. Sayadi. 

(hel)