
Selama tiga hari workshop, para peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik-teknik anyaman baru seperti tas selempang, tas kecil, dan tempat tisu, tetapi juga diberikan pemahaman tentang penggunaan bahan anti-jamur sebagai lapisan perlindungan untuk produk-produk anyaman.
Walau semangat untuk berkarya begitu tinggi, Cornelia menyoroti beberapa kendala yang dihadapi. “Masih ada tantangan seperti kurangnya mesin jahit, peralatan pemintal tali, dan pembelah pandan yang menghambat proses produksi,” ungkapnya.
Namun, upaya ini tidak sia-sia. Produk-produk anyaman dari IKM Desa Mamben telah mengalami evolusi dari tikar tradisional menjadi produk multifungsi dengan perlindungan anti-jamur.

Dalam penutupan workshop pada Rabu, 29 November 2023, Dinas Perindustrian bersama para pelatih mendorong masyarakat, terutama ibu-ibu dan remaja putri, untuk terus mendukung inovasi ini dengan membeli produk-produk lokal seperti sandal, tas, dan peralatan rumah tangga yang dihasilkan dari anyaman tradisional.
(Team SP)
Komentar